"Jenna," panggil Nick seraya mengusap bagian mata hingga telinga. Nick masih ingin menyangkal pikirannya. Dia ingin tidak percaya. Namun saat dia menunduk, segalanya terbukti. Dia melihat bekas merah. Tidak salah lagi. Itu adalah darah. Nick memejamkan mata sejenak. Menahan napas yang berat sekaligus sesak. Dia mengusap kasar wajahnya kemudian meremas rambut dengan cukup kencang. Saat membuka mata, Nick kembali mendapati titik air muncul di ujung mata Jenna. Demi Tuhan, Nick ingin ikut menangis saat ini juga. Menyakiti Jenna sama halnya dengan melukai dirinya sendiri. "Jenna, maaf," lirih Nick yang kini mengulurkan dua ibu jarinya untuk menyeka basah. "Aku beneran nggak tau." Jenna masih diam. Matanya memejam sempurna dengan alis yang mengernyit. "Ini yang pertama? Aku bodoh, aku haru

