Ivy membuka pintu kamarnya dengan terburu. Seseorang mengetuknya kencang, berkali-kali, di waktu yang sudah malam begini. Tentu bukan room service atau semacamnya, karena ia tidak merasa memesan apapun. Sambil sedikit menggerutu, ia menatap heran pada sosok wanita yang kini berdiri di hadapannya. "Malem pertama ngapain kesini?" ucap Ivy seraya mengamati tubuh Jenna dari atas sampai bawah. Awalnya ia berniat menggoda karena melihat rambut Jenna yang terlihat seperti ia baru saja keramas. Dia pasti sudah menghabiskan malam yang menyenangkan. Namun kata yang semula sudah ia susun rapi hanya berhenti di tenggorokan. "Yuk, masuk dulu," ajak Ivy setelah paham bahwa sahabatnya sedang dalam kondisi yang tidak baik. Jenna menggunakan baju tidur tanpa menyisir rambut yang masih meninggalkan beka

