"Mau aku temenin sampe tidur?" tanya Nick yang kini tengah berbaring di sebelah Jenna. "Enggak. Udah sana. Bentar lagi juga aku merem," jawab Jenna. Keduanya masih bergelung di atas ranjang sambil saling berpegangan. Nick mengambil posisi menyamping dengan tangan kiri menopang kepalanya sendiri, dan tangan kanan terulur mengusap wajah Jenna. Sementara Jenna menggenggam lengan Nick menggunakan kedua tangannya. Entah mengapa rasanya berat sekali meninggalkan Jenna sendiri. Ini sudah hampir jam 9. Tapi rasanya seperti tidak ingin pergi. Namun disisi lain, Nick terpaksa harus pergi. Kecupan ringan mendarat di hampir seluruh wajah Jenna. Mulai dari dahi, pipi, hidung, dagu, dan berakhir pada bibir. Persis seperti ciuman seorang suami yang akan bertugas keluar kota. Padahal dia hanya akan p

