"Kamu gila. Ngapain kita ke Swiss?" tanya seorang wanita yang kini harus sibuk mengemas barang. "Nick sama cewek itu lagi disana." "So why?" "Nick jenius. Dia pasti sebentar lagi bakalan tau kalo yang kirim pesan kemarin itu adalah aku. And well, aku punya sebuah rencana," jawabnya dengan sebuah senyum smirk. "Hari ini kamu udah melakukan banyak hal buat nyerang mereka. Belum cukup?" "Belum. Aku harus beberapa langkah lebih maju di depan Nick." Wanita yang satunya hanya bisa mengedikkan bahu seraya kembali membantu persiapan keberangkatan mereka ke Swiss. Berhadapan dengan Nick bukan sesuatu yang mudah. Namun dia tahu jika tuan putri satu ini sudah berkehendak, maka tidak ada satupun yang bisa melarang. Selain keras kepala, dia juga sangat ambisius. Hanya dalam waktu satu hari, dia

