26. Oktoberfest

1785 Words

"A cup of hot white tea for my lovely," ucap Nick seraya menyodorkan secangkir teh putih. Jenna tertawa geli seraya menggelengkan kepala. "Thank you, Nick." Pagi-pagi sekali, mereka terbangun dalam keadaan masih saling memeluk. Keduanya terlelap di atas sofa hingga matahari mengintip dari sela jendela. Beruntung, sofa itu berukuran cukup besar, sehingga bisa menampung dua anak manusia yang sudah terlalu malas pindah ke kamar. Jenna terus mengeluh kedinginan dan enggan menyibak selimut. Menolak membuat sarapan, bahkan secangkir teh yang tinggal menyeduh pun dia meminta Nick untuk membuatkan. Lereng pegunungan Alpen menjadi saksi dimana seorang CEO sejenak menjadi office boy untuk istrinya sendiri. Dia rela disuruh, dan dengan senang hati melayani. "Sekali ini doang, Nick, aku minta tol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD