Ruslan merebahkan diri di kursi ruang tamu. Halimah segera ke dapur mengambilkan air dan kue brownies pemberian Nenden. "Abang mau mandi air hangat atau air biasa saja, Bang?" tanya Halimah seraya meletakkan segelas air putih dingin dan kotak brownies. "Air biasa saja, badan Abang juga tidak pegal-pegal. Banyak perubahan pada diri Abang setelah menuruti saran Limah," jawab Ruslan mencicipi brownies buatan Nenden. "Enak, ya, Bang, kue buatan Mbak Nenden. Limah jadi ingin bisa buat brownies, selama ini hanya kue-kue kering saja yang Limah buat." "Iya ini browniesnya lebih enak. Malah lebih enak dari brownies yang viral-viral itu. Sudah telepon Nenden belum? Kemarin Limah khawatir karena Nenden tidak terlihat belanja beberapa hari? Perhatian sekali Limah ini dengan Nenden," ujar Ruslan.

