Ruslan bersiul senang. Setengah enam ia keluar rumah memakai pakaian olahraga dan sneakers. Minggu yang cerah, secerah hatinya. Sejak pemeriksaan kedua menghasilkan keputusan yang berbeda dengan hasil pemeriksaan pertama, hidupnya kembali bersinar. Ia tidak mandul. Sama sekali tidak mandul. Ruslan benar-benar sehat. Ia sangat berterima kasih pada Mira karena sudah menguatkan serta membantunya. Ruslan berkeliling lapangan dengan berlari-lari kecil, jalan biasa lalu berlari kecil lagi. Setelah satu jam Ruslan memerah keringat, ia duduk beristirahat menikmati puluhan orang yang sedang aerobic di tengah lapangan. "Pak, minumannya satu. Jangan yang dingin!" pinta Ruslan pada penjual minuman yang biasa nangkring di lapangan. Mencoba mengais rezeki dari orang-orang yang berolahraga. Ruslan m

