Uak Sanim berjalan lunglai keluar dari motel. Vira menyusul di belakang. Mereka pura-pura tak saling mengenal. Uak Sanim menghampiri Honda Brio miliknya. Sementara Vira naik mobil online. Uak Sanim melajukan mobil dengan perasaan gundah. Harusnya ia menghabiskan waktu satu malam lagi bersama Vira. Namun keresahannya sungguh tak bisa berkonsentrasi pada Vira. Uak Sanim memilih pulang. Saat melewati rumah Halimah, ia menghentikan mobil sesaat. Dilihatnya Halimah sedang menyapu halaman sore itu. Lama dipandanginya Halimah. Memastikan apakah perasaan menggebunya kemarin pada istri keponakannya itu masih ada? Uak Sanim kebingungan, ia melihat Halimah dengan pandangan berbeda. Entah apa. Hanya Nenden yang kini menari-nari di pelupuk matanya. Ingin sekali menyapa Halimah, tapi rasa malu meny

