Notifikasi ponsel Alfian terus saja berbunyi. Sementara yang punya ponsel tertidur pulas di sofa. Bu Haji Miftah yang sedang membaca majalah merasa terusik. Ia hendak membangunkan Alfiian namun urung saat dilihatnya Alfian tidur teramat nyenyak. Bunyi ponsel tak mau berhenti. Hati-hati Bu Haji Miftah mengangkat panggilan di ponsel Alfian. Tertera nama Anggun di layar ponsel. Bu Haji Miftah mengangkatnya, namun sebelum menyapa, suara di seberang sudah lebih dulu menyerobotnya. "Halo, Pak, kenapa lama sekali diangkatnya? Kapan Bapak kembali ke Surabaya? Saya kewalahan di toko sendirian. Rudi dan Siska sibuk di toko yang baru. Di sana juga ternyata ramai. Saya juga harus bolak-balik mengontrol keuangan di dua toko yang lainnya," keluh Anggun. Bu Haji Miftah terdiam. Ia tahu Anggun adalah

