"Apa kau percaya kalau Sanim benar-benar minta maaf pada Ruslan dan Halimah?" tanya Surya di dalam mobil, sepulangnya mereka dari rumah Ruslan. Nenden menerawang ke jendela samping mobil. "Minta maafnya percaya tapi entah jika kesungguhannya," jawab Nenden. "Bang, kita jemput Alin saja sekarang, ya?" pinta Nenden. "Kau ini, baru juga tadi siang Alin dijemput Lutfhi. Tunggu sampai besok sore. Sudah tenang saja, Lutfhi pasti akan mengembalikan Alin!" jawab Surya menenangkan. Nenden menghela napas pasrah. Notifkasi pesan di ponsel Nenden berbunyi. Nden, ada yang ingin aku katakan untuk terakhir kalinya padamu. Ada waktu besok? Aku jemput kau jam sembilan pagi, ya? Uak Sanin mengirim pesan. Tak usah jemput-jemput aku, aku tak mau lagi di ajak ke motel denganmu! Nenden membalas tegas.

