POV : KAREN Tiba-tiba aku terjaga, kulirik jarum jam menunjuk angka empat dini hari. Sebentar lagi adzan subuh berkumandang. Tidurku lumayan nyenyak malam ini dan entah jam berapa pula aku mulai terlelap. Aku benar-benar tak ingat. Selepas makan malam tadi aku buru-buru ke kamar. Gegas shalat isya dan berbaring di atas ranjang. Sesekali menutup telingaku dengan bantal. Tak peduli dengan panggilan Mas Arga yang semakin membuatku sakit kepala. Aku tahu itu salah, tapi aku benar-benar kesal dengan sikapnya. Nanti aku akan minta maaf padanya jika memang dia benar-benar tak ridho dengan sikap cuekku itu. Aku tak ingin durhaka dan dilaknat Malaikat. Badan rasanya benar-benar sakit semua, flu pun mulai melanda. Mungkin karena kebanyakan menangis, jadi berimbas pada kepalaku yang terasa cuk

