"Kami tunggu di mobil aja Om." Hanan yang baru saja keluar dari dalam mobil, langsung menoleh ke arah kedua kakaknya itu. Memberi isyarat tak setuju membiarkan dirinya saja yang menemani sang ayah. Tapi, Illio dan Rayna jelas takkan mendengar Hanan. Sadar kalau anaknya gugup, Aldi mengacak rambut Hanan sesaat lantas menyodorkan buket bunga lili putih ke dalam pelukannya. "Pegang erat-erat, jangan sampai jatuh," pesan Aldi mulai melangkah memasuki area pemakaman. Langkahnya lebar-lebar, mengejar waktu dengan langit yang jelas ingin menumpahkan isinya. Meski ia sudah membawa sebuah payung dalam genggaman. Hari ini, Aldi memutuskan mengajak anaknya mengunjungi pemakaman sahabat baiknya. Indra. Sekaligus mengingatkan putranya akan sosok paman yang selalu bermain dengannya saat kecil dan tak

