16. Telur Setengah Matang

895 Words

"Jangan GR! Gue ngajak lo ke sini buat permintaan maaf aja. Nggak lebih," ucap Askhara berkali-kali. Djenar sampai risih. Ia berdecak sebal. "Iya!" ujarnya. "Telingaku masih bagus, jadi tidak perlu diulang-ulang!" Askhara kemudian menyerahkan tiket pada penjaga teater bioskop dan masuk bersama Djenar. Mata Djenar melebar takjub ketika melihat layar bioskop yang amat besar. Layar yang menampilkan tayangan-tayangan iklan. Djenar tampak tak fokus pada jalannya. Ia berjalan sambil menengok ke belakang, temponya sangat lambat sehingga membuat pengunjung lain harus menunggu sabar. Askhara yang merasa tidak enak langsung menggenggam tangan Djenar dan menariknya untuk duduk di kursi. "Lo tuh ngehalang orang jalan tau!" Djenar cuma meringis. Ia juga tampak takjub dengan kursi empuk yang sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD