Djenar tak tau kalau sebuah pelukan mampu berefek besar. Ia yang memang tak pernah menyentuh dan disentuh laki-laki selain ayahnya jelas kaget waktu Askhara tiba-tiba memeluknya. Ia masih ingat bahwa tubuhnya membeku seolah lumpuh, tapi sesuatu dalam dadanya berdegup kencang. Anehnya, ia sama sekali tak merasa marah. Ia malah merasa perutnya tergelitik seolah kupu-kupu berterbangan di dalam sana setiap kali mengingatnya. Efek paling besar yang Djenar rasakan adalah tak bisa tidur. Sepanjang malam, ia hanya tidur di sofa sambil memandangi Askhara yang tidur di ranjangnya dengan tenang. Ia sedikit kesal karena hanya dirinya yang merasakan hal seperti ini, sementara Askhara tampak biasa saja. Dunia sungguh tidak adil. Bahkan sampai fajar mulai timbul, Djenar masih saja memandang Askhara da

