"Angie, hallo ..." "Sylvia, aku membutuhkan bantuanmu," ucapku tak ingin berbasa-basi. "Memangnya ada apa?" "Tadi aku melakukan ritual pemanggilan arwah dan aku berhasil melakukannya. Tapi di luar dugaan hantu yang aku panggil sepertinya marah, dia mengamuk di kelas dengan menerbangkan semua benda. Sylvia, bantu aku menghentikan arwah itu." Sungguh aku sudah siap menerima apa pun respons Sylvia setelah ini karena kenyataannya hanya dia yang bisa kumintai tolong untuk menyelesaikan masalah ini. "Kau bodoh sekali. Bagaimana bisa kau melakukan kecerobohan seperti ini?!" Dia membentakku. Sudah kuduga akan semarah ini responsnya sehingga aku tidak terkejut sedikit pun. "Maafkan aku, Sylvia. Aku hanya ingin membantu Leo."

