BAB 48

965 Words

Salwa cukup penasaran setelah tiga hari tak pulang. Ia kembali ke kamarnya dan lega karena ruangan itu masih seperti yang Salwa ingat. Salwa membuka buku sketsa sementara Athan sibuk menyiapkan makanan lagi setelah berkomentar kalau tubuh Salwa lebih kurus dari sebelumnya. Salwa sedang menggambar baju bayi perempuan dengan jilbabnya. Tiba-tiba listrik mati. Gelap seketika, Salwa merasa takut. Ia meraba untuk mencari ponselnya. Tapi ia malah menyentuh sebuah tangan hangat. "Athan..." "Ini aku." Cahaya senter dari ponsel Athan menerangi seadanya. Salwa kesal sekaligus lega. Belum sempat ia protes, Athan tersenyum mengambil gambarnya. Lelaki itu lalu menghidupkan lampu kamar Salwa. Sesat ia diam melihat gambar yang Salwa buat. "A-ada yang memintaku..." kilah Salwa gugup. Salwa malu memi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD