Sepertiga malam. Salwa sudah bangun, Athan yang masih tidur. Salwa berwudu lalu membangunkan Athan dengan memercikkan air bekas wudu dari wajahnya. "Bangunlah." Athan mengerjap, "Salwa sudah sholat?" "Aku butuh imam." Athan menarik selimut ingin menghindar tapi Salwa menariknya pula. "Jadi imam untukku," pinta Salwa. "Kamu tidak mau menunjukkan dua lembar pakaian dalam?" Salwa tertawa pelan. "Bangunlah." Athan bangun sambil tersenyum. "Bisa ambil baju di kamarku?" "Sebentar." Saat Salwa kembali Athan sedang bersisir. "Aku memberi saran bagus. Bagaimana kalau kita pindah satu kamar. Tidak masalah kamar ini atau kamarku." Salwa meletakkan pakaian Athan di tempat tidur. "Aku suka kamarku dan aku tidak suka kamu membuat tempat tidurku sempit." Athan mengangguk meski wajahnya merengut

