Dua hari Salwa sendiri. Ada perasaan aneh yang ia yakin artinya sedang merindukan Athan. Tapi suaminya bahkan tidak menelepon. Salwa secara tidak sengaja menemukan sebuah postingan Athan. Sebuah puisi yang diupload 3:16 dini hari. Untuk Bidadariku, Salwa Maina. Sepertiga malam... Aku merindukanmu. Sepertiga rasa... Aku marah kepadamu. Sepertiga nyawa... Aku jatuh cinta padamu... Bukan karena apa, tapi hati tetap seperti ini. Disaat aku harusnya menikmati senyummu, Mata memaksaku menangis. Ketika harusnya aku dalam dekapan hangatmu, Jarak kembali memisahkan. Aku harus apa? Kukatakan pada malam, dinginnya menghantarkan hangatmu. Kutitipkan pada siang, teriknya sesejuk tatap matamu. Kuadukan pada Allah, raga dan jiwamu pasanganku. Relakah aku? Sampai mana akan kupendam sen

