Mereka makan bersama, keluarga Salwa kecuali Neli dan keluarga Athan hanya Mama dan Papa Rusdi. Mama Rika dan Mama Asih berbincang akrab. Kali ini keduanya benar-benar terlihat seperti sahabat. Mereka mengulang masa lalu, juga membicarkan masalah cucu. Salwa sungguh tertekan, dan ia sedikit bersyukur Neli tidak datang untuk merasakan sesak yang sama atas pembicaraan tersebut. "Pasti menyenangkan kalau punya cucu perempuan." "Tentu, kita bisa berbelanja dan memilih baju lucu," timpal Mama Asih antusias. "Ma, Kak Salwa kan tidak suka anak-anak," balas Meta jelas. "Padahal Meta juga bersedia mengasuh keponakan imut." "Salwa tidak tampak risih waktu bayi itu dititip di rumah mereka. Dia pasti malu menunjukkan sikap keibuannya," balas Mama Rika membela Salwa. "Bayi?" "Anak teman Athan. Or

