Perlahan kelopak berbulu mata lentik milik gadis nan terbaring berselimut tebal di ranjang kamar lantai dua unit apartemen kekasihnya terbuka saat indra pendengaran terusik oleh suara sekitar, sipit hingga terbuka lebar. Kini Lintang bisa melihat semuanya, tapi kala ia mengedar pandang ke sekitar, tak ada siapa-siapa. Cewek itu menyentuh sebuah kain kompres nan masih menempel di kening. Gara? Lintang menelan ludah, ia baru menyadari tak berada di kamar kos, tentu suasananya berbeda. Cewek itu menatap langit-langit sesaat, lantas beranjak duduk sembari meletakan kain kompres pada sebuah tempat berisi air—yang kemungkinan bekas Segara mengompres kekasihnya semalam—saat cewek itu sudah terlelap nyaman. Lintang menyentuh kepala, masih terasa pening, tapi ia tetap menyingkap selimut dan berg

