perjodohan
Ayuni mencoba membujuk orang tuanya agar tidak menjodohkannya dengan anak dari teman dekat ayahnya.
"yah,Ayuni gak mau di jodohkan"rengek Ayuni
"Keputusan ayahh udah bulat,Lusa Acara perjodohannya kamu jangan berani-berani buat membantah ucapan papah "jawab Herman lalu meninggalkan anak dan istrinya yang masih terduduk di ruang tamu
"Mah tolong bilang sama ayah agar acara perjodohannya di batalkan.Sekarang tuh udah bukan jamannya lagi mah,Ayuni masih mau lanjutin kuliah"ucap Ayuni kepada mamahnya sambil menahan air mata
"Iya sayang nanti mamah coba bicara sama ayah ya"ucap Sinta menenangkan putrinya
"Kenapa ayah mau menjodohkan aku sih mah?Aku ini udah besar bisa cari pasangan sendiri tanpa harus dijodohkan seperti ini"kesal Ayuni sambil menghentakkan kaki kelantai dan pergi menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
Ayuni gadis berparas cantik dengan rambut hitam sepinggang dan tubuh yang seksi menjadikannya primadona kampusnya,Ayuni baru berumur 20 tahun.namun karna perusahaan ayahnya sedang di ambang kebangkrutan sehingga dia harus di jodohkan dengan teman dekat ayahnya agar perusahaan kembali stabil.
**
Hari ini hari dimana acara perjodohan itu akan di mulai dan tinggal menunggu hari untuk acara pernikahannya
"Selamat siang semuanya"ucap pria setengah baya sambil memasuki rumah megah milik keluarga Wijaya yang tak lain adalah rumah orang tua Ayuni .
"Siang,Silahkan duduk"ucap Herman mempersilahkan para tamu untuk duduk di sofa ruang tamu
"Wah ini toh putri mu man?Cantik sekali Fino calon istrimu ini"ucap Santoso sambil melihat Ayuni dan sedikit meledek anaknya
Fino,Pria yang tampan dengan alis tebal dan bulu mata lentik serta hidung yang sedikit mancung membuatnya terlihat sempurna,tubuhnya yang tinggi dan sedikit berisi pun membuatnya semakin gagah berkarisma.Usia Fino sekitar 24 tahun namun bisa dibilang sudah matang untuk berumah tangga.
Setelah berbincang bincang dan menyetujui perjodohan serta telah menyiapkan tanggal yang pas untuk acara pernikahan, kedua belah pihak sudah menyetujui acara pernikahan akan di langsungkan sekitar dua Minggu dan mulai besok Ayuni dan Fino akan memilih baju pengantin mereka dan agar dapat saling mengenal satu sama lain.
"Baiklah,Acara pernikahan akan di adakan dua Minggu lagi saya harap semua berjalan lancar ya pak santoso"Ucap Herman sambil berjabat tangan temannya
"yahh,Semoga semua berjalan seperti yang kita harapkan"ucap Santoso"Ya sudah kalo gitu kami pamit pulang,Ayuni besok kamu fitting baju dengan Fino ya"lanjut Santoso sambil menepuk pundak fino
"Iya om"ucap Ayuni sambil sedikit tersenyum
"Ya sudah kami pamit"ucap Santoso sambil berdiri dan berjalan menuju mobil
"Hati-hati jaga calon menantuku"ucap Herman sambil sedikit terkekeh
"Aku tau Herman dia juga anakku bukan hanya calon menantumu"balas Santoso sambil meminta supir melajukan mobil dan pergi dari rumah megah milik keluarga Ayuni
**
Ayuni memasuki kamar dan berbaring di kasur sambil sedikit kesal dia membuka handphon dan membaca pesan dari sahabatnya Siva
Siva Novita
"Ayy gimana perjodohanmu apa semuanya berjalan lancar? "
ya Ayuni memberi tahu tentang perjodohan itu kepada Siva dan sedikit menyesal karna Siva hanya menyuruhnya mengikuti kemauan orang tuanya
"Ya sesuai dugaanmu semua berjalan sangat lancar dan besok aku harus pergi bersama calon suamiku untuk memilih baju pengantin"
"syukur lah,jangan sia-siakan kesempatan untuk mencoba mengenal bagaimana sifat calon suamimu itu"ucap Siva
"ya aku akan mencobanya.Ya sudah aku ingin istirahat ingin memikirkan bagaimana besok aku harus bersikap pada lelaki itu"jawab Ayuni tanpa menunggu balasan Siva Ayuni meletakkan handphonenya di meja samping tempat tidur dan berbaring menatap langit-langit kamarnya.Tak lama dari itu dia tertidur
sekitar jam 1 Ayuni terbangun karna mendengar suara mamahnya yang menyuruhnya untuk makan siang
"Ayuni,sayang cepat turun makan siang sudah siap"ucap mamah Sinta sedikit berteriak
Setelah mencuci muka Ayuni menuruni tangga menuju ruang makan dan langsung menyantap makan siangnya sambil sedikit melamun.
"Sayang selesai makan kamu ikut mamah memilih surat undangan ya"ucap mamah Sinta membangunkan Ayuni dalam lamunan
"Ah iya mah"jawab Ayuni "Ayuni siap-siap dulu ya mah"ucap Ayuni sambil berlalu menuju kamar untuk mandi
Ayuni memakai kaus berwana putih dan celana jins panjang berwana biru tua yang sedikit membentuk bodynya yang memang sangat bagus dengan rambut terurai dan makeup tipisnya membuatnya semakin cantik.
"Mah Ayuni udah siap,Kita jadi pergi gak?"Tanya Ayuni kepada mamahnya yang terduduk di ruang keluarga
"Jadi dong sayang"mamah Sinta berdiri sambil mengambil tas yang terletak di meja
sesampainya di percetakan undangan Ayuni dan mamahnya mulai memilih undangan yang bagus.
"Yang ini gimana nak bagus gak?"tanya mamah Sinta sambil menunjukan contoh undangan berwana putih dengan hiasan bunga di setiap sudutnya
"Terlalu ramai mah Ayuni gak suka"balas Ayuni dan mengambil satu contoh undangan berwarna hitam dengan di hiasi pita berwarna gold dan beberapa tambahan hiasan yang tidak begitu ramai namun terlihat mewah. "Ayuni mau yang ini mah" sambil memberikan contoh ke mamahnya
"Ya sudah mas seperti ini ya,Isinya seperti yang saya catat tadi saya mau sekitar dua ratus undangan aja"ucap mamah Sinta kepada si pencetak"Saya mau secepatnya ya mas"
"Baik Bu saya usahakan lusa sudah beres ya Bu,Soalnya banyak yang memesan undangan"ucap si pencetak
"Baik kalo begitu ini DP nya sisanya nanti kalau semua undangan sudah beres"Ucap mamah Sinta seraya memberikan beberapa lembar uang sebagai DP
Mereka tiba di halaman rumah mewah bernuansa modern ala Eropa dengan halaman yang cukup luas.
"Mah,Ayuni duluan ya mau ganti baju"Ayuni berjalan sambil sedikit berlari menaiki tangga
"Iya,Kalo sudah ganti baju segera ke meja makan kita makan malam"ucap mamah Sinta sedikit berteriak.Ya mereka terlalu lama memilih model surat undangan hingga matahari hampir tenggelam.
Selesai makan malam Ayuni kembali kekamar untuk beristirahat
Semoga terhibur oleh karya aku,Di ambil yang positifnya ya guys yang negatifnya jangan di contoh dan Maaf ya kalau dirasa terlalu monoton aku baru belajar jadi penulis?
Thanks you semua?