Mereka menyelesaikan makan malam mereka di pukul sembilan malam. Lucy memaksa Bara untuk kembali ke apartment miliknya dengan beralibi bahwa ia sedang kurang enak badan padahal ia hanya ingin lebih lama menghabiskan waktunya bersama Bara. Ia kangen, tentu saja! Ia menarik tangan laki-laki itu memasuki kamar walaupun terlihat ada sedikit keengganan dalam raut wajah lelah Bara. “Lucy aku capek, aku akan langsung pulang” “Setidaknya temani aku sampai aku tidur, please..” Lucy memohon. Bara mendudukkan tubuhnya di sofa yang terletak berdekatan di sisi kamar, di dekat jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan Ibu Kota. Melepas tatapanannya dari jendela, Bara mengalihkan pandangannya dan menemukan Lucy yang berdiri dengan sexy di dekat ranjang tempatnya biasa melepaskan gairahnya. Lu

