Aku meletakkan hatiku di persimpangan kehancuran jika memilih untuk memupuk perasaan kepada seseorang yang jelas tidak menginginkan adanya diriku di dalam kehidupannya. Cintaku tidak pantas untuk di semai, ia harus pupus bahkan ketika aku baru mulai menyadarinya. Nabilla terduduk di sisi ranjang kamarnya, tangannya menggenggam kuat tepat di dadanya yang terasa sesak. Berkali-kali wanita malang itu mencoba menguatkan hatinya, bahwa ia bukan siapa-siapa, dan cintanya memang tidak lah pantas untuk bersemi. Kenyataan yang baru saja dihadapkannya memupus semua harapan yang sempat muncul di dalam hatinya. Setelah menguatkan hatinya, ternyata bagaimanapun ia tetaplah perempuan yang memiliki perasaan. Melihat suaminya sedang bercengkerama dengan kekasihnya membuat hati Nabilla hancur. Entah dina

