Chris sedang duduk di ruang rapat, mendengarkan pemaparan dari salah satu manajernya, tetapi pikirannya tak benar-benar fokus. Sejak semalam bersama Emma, ada sesuatu yang berubah dalam dirinya, sebuah keinginan yang tak bisa ia jelaskan. Emma bukan hanya sekadar wanita yang ia tiduri. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat Chris ingin menggenggamnya lebih erat, memastikan bahwa dia tetap berada di sisinya. Entah itu karena pesona Emma atau apapun alasannya, Chris hanya ingin Emma berada di dekatnya. Saat itu, ponselnya bergetar di atas meja. Sekretaris pribadinya, David, menatapnya sekilas, lalu membungkuk untuk berbisik, “Tuan Chris, ini dari rumah sakit. Mereka mengatakan bahwa Nona Emma mengalami kecelakaan.” Chris membeku. Untuk sesaat, ia merasa seluruh dunia berhenti berputar. “

