21+ Penuh Gairah

1038 Words

Emma berdiri di depan gerbang mansion Chris, jantungnya berdebar tak menentu. Ia masih ragu-ragu apakah keputusannya untuk datang adalah hal yang tepat. Namun, ancaman Chris sebelumnya membuatnya tidak punya pilihan lain. Dengan napas panjang, ia akhirnya melangkah masuk, mengikuti arahan pelayan menuju ruang kerja Chris. Saat Emma membuka pintu, ia langsung mendapati Chris yang sedang berdiri di depan jendela besar dengan ekspresi dingin. Begitu menyadari kehadiran Emma, pria itu berbalik. Sorot matanya sedikit melunak, tetapi rahangnya masih mengatup erat. “Kau akhirnya datang,” gumam Chris, suaranya dalam. Emma menggigit bibirnya, menahan gejolak emosinya. “Aku tidak punya pilihan, kan?” Chris melangkah mendekat, matanya memperhatikan setiap ekspresi Emma dengan intens. “Kau selal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD