Pagi itu, Emma melangkah masuk ke sebuah kafe dengan perasaan tak nyaman. Dia sebenarnya enggan menemui Carlos, mantan suaminya, tetapi pria itu terus menghubunginya, mengatakan ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan. Carlos, yang telah menunggu di sudut ruangan, segera berdiri begitu melihat Emma datang. Senyum lebar terukir di wajahnya, seolah mereka adalah sepasang kekasih yang telah lama berpisah dan akhirnya bertemu kembali. "Emma, kau akhirnya datang," ujar Carlos dengan nada hangat. Dia membuka tangannya, bermaksud memeluk Emma, tetapi Emma segera mengambil langkah mundur dan memilih untuk langsung duduk. Carlos mengerutkan kening, tetapi dengan cepat mengendalikan ekspresinya. Dia lalu duduk kembali di kursinya, berusaha menjaga sikapnya tetap santai. “Aku tidak punya banya

