Isabelle duduk dengan penuh percaya diri di salah satu restoran mewah di pusat kota. Di depannya, seorang wanita berambut cokelat panjang dengan riasan elegan menyesap anggur merahnya dengan tenang. Wanita itu adalah Laura, mantan kekasih Chris yang pernah ditinggalkan begitu saja oleh pria itu bertahun-tahun lalu. “Apa kau serius dengan tawaranmu?” tanya Laura setelah menaruh gelas anggurnya. Isabelle tersenyum licik. “Tentu saja. Aku tidak pernah bermain-main dalam urusan seperti ini. Aku ingin Emma keluar dari hidup Chris, dan aku yakin kau juga ingin hal yang sama.” Laura mengangkat alisnya. Ia memang masih memiliki rasa terhadap Chris, tetapi ia juga tidak mau bertindak gegabah. “Apa untungnya untukku?” “Kau bisa mendapatkan Chris kembali.” Isabelle menatap Laura tajam. “Aku tahu

