Chris mengusap wajahnya yang terasa panas. Tubuhnya mendidih, seakan ada api yang membakar dari dalam. Kepalanya sedikit pening, pikirannya mulai kacau. Ia tahu ada yang tidak beres dengan minuman yang diberikan Isabelle. Sial!!! Chris menatap Isabelle yang kini berdiri di hadapannya dengan senyum penuh kemenangan. Gaun sutra merah yang tadi dikenakannya kini sudah melorot dari bahunya, memperlihatkan kulit putihnya yang menggoda. "Chris," suara Isabelle terdengar menggoda saat ia melangkah mendekat. "Kau tidak bisa menolakku malam ini." Chris menggeram, berusaha menahan hasrat yang mulai menguasainya. Tangannya mengepal, tubuhnya mulai kehilangan kendali, tapi hatinya masih sadar. Ia tidak menginginkan Isabelle. Chris mundur selangkah. "Apa yang kau lakukan padaku?" suaranya terdenga

