Prolog
Tatapan Elang namun sedikit meredup itu terus menatap ke arah mata caramel milik Gadis mungil yang memiliki rambut sebahu.
pria itu meringis sebentar merasakan perih di ujung bibirnya karena Alkohol yang gadis itu tempelkan.
"Lo kenapa masih nolongin Gue Ra.." gadis itu melirik sekilas tapi kembali pada kegiatan nya.
"Gue masih punya rasa kemanusiaan kalau liat orang luka di depan gue, Gue gak akan diem aja." Gadis itu menjawab dengan nada yang sangat lah dingin.
"Maaf.." lirih nya dan Gadis itu tidak menanggapi sama sekali dia hanya diam dengan tatapan fokus pada luka yang menutup wajah pria itu.
"udah selesai, Kalau Lo gak punya hati setidaknya Lo punya rasa kasihan sama tubuh Lo sendiri jangan terus menerus buat luka," ujar Gadis sebahu itu. nada nya yang dulu dengan sekarang sangat lah jauh berbeda.
"sejatinya Manusia Akan selalu di kelilingi oleh rasa sakit Dara, Manusia yang gak punya rasa sakit dia gak akan pernah paham gimana kehidupan." Gadis bernama Dara itu terdiam sejenak.
"Gue dapet rasa sakit ini dari usia gue 7 tahun, Anak tujuh tahun seharusnya main bola tapi gue malah main sama rasa sakit." Dara menoleh mendengar ucapan miris pria di sampingnya.
"Lo akan paham saat Lo tau semua nya tapi bukan sekarang waktunya, belum tepat Lo tau semua nya Ra." mata Caramel dara kembali bertabrakan dengan mata hitam pekat dan tajam seperti elang milik pria itu.
"Kak." Dara memanggil dengan pelan tapi pria itu malah tersenyum, Dia beranjak kemudian mengusak rambut Dara lembut.
"sampai ketemu lagi, itu pun kalau gue masih hidup besok. Pulang ke rumah jangan kemana-mana lagi." Dara melihat punggung itu yang berlari menjauh dari dara yang sedang terkejut karena perbuatan kecil pria itu.
"ayo dara jangan gampang luluh.. Lo lagi berusaha lupain dia." gumam dara dengan kedua tangan yang mengepal kuat.
Dara menghela napas panjang kemudian membuka mata nya, Dara akan lebih berjuang lagi untuk mempertahankan dirinya.
Dara dengan tekatnya yang akan mulai menjauhi dan berusaha melupakan orang yang sangat dia cintai. memang tidak mudah tapi dara akan berusaha, semampu dan sebisanya.
Dara melirik jam di tangan nya, gadis itu berdiri dengan terkejut. "Bus Gue!!" Dara bergegas pergi dari tempat duduk nya untuk segera ke Halte bus.
Bus terakhir akan datang sebentar lagi dan jangan sampai dara tertinggal bisa gawat bila bus itu pergi, dara tidak mengenal siapapun di daerah ini.
"semoga bus nya Gak datang lebih Awal, ya tuhan tolong Gue." Gumam dara panik.