15. Rahasia Mereka

1135 Words

Elisa bergerak, meregangkan otot-ototnya yang terasa ringan namun lemas. Kelopak matanya membuka perlahan. Langit-langit kamar yang asing bercat putih, polos, dan tinggi adalah hal pertama yang dilihatnya. Kemudian, tatapannya turun pada selimut berwarna abu-abu tua yang menutupi tubuhnya. Kainnya halus dan berat, berbeda dengan selimut katun tipis di kamarnya sendiri. "Ini bukan selimutku," gumamnya lirih, suaranya serak oleh sisa tidur dan sesuatu yang lain. Dia mendorong tubuhnya untuk duduk, punggungnya bersandar pada kepala ranjang yang kokoh. Napasnya masih terasa dangkal. Matanya, kini lebih fokus, mulai menyapu ruangan, dinding minimalist, lemari pakaian tinggi, meja kerja rapi. Kesadarannya kembali seperti gelombang. "Wira." Nama itu sendiri tercekat di tenggorokannya, memicu ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD