16. Ditantang

1378 Words

Udara dingin merayap masuk melalui jendela, membawa serta aroma yang khas setelah hujan di Jumat sore itu. Elisa sudah di rumah, mandi, dan kini berdiri di dapur. Wajan mendesis, mengeluarkan aroma bawang dan rempah. Dia membuat makanan lebih banyak dari biasanya, kebiasaan tidak terucap yang mereka bagi bergantian. Namun, dapur terasa terlalu sunyi. Matanya berkali-kali menoleh ke arah pintu depan, telinganya menyaring setiap suara dari luar. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam lewat, tapi belum ada tanda-tanda Wira pulang. Kegelisahan yang tidak jelas mulai menggerogoti. Makanan sudah siap, tapi dia tidak jadi menyajikannya. Dia memilih mundur ke ruang keluarga, menyalakan televisi sebagai pengisi keheningan. Dia membuka ponsel, mencoba mengalihkan pikiran dengan rencana besok,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD