20. Kita Partner, El. Partner Ranjang

1432 Words

"Pegang! Jangan sampai lepas!" Suara itu menggelegak, penuh amarah dan kepanikan. Kerumunan, samar-samar, seperti siluet dalam kabut. Tangan-tangan kasar mencengkeram bahunya, menarik, menyakitkan. "Tanggung jawab! Jangan coba-coba kabur!" William terhuyung, kedua tangan menangkup di depan wajahnya, sebuah gerakan pertahanan yang sia-sia. Udara berdesir, lalu .... Dunia putih. Rasa sakit yang tajam dan membakar menghantam tulang pipinya, memutar lehernya. Suara gemeretak giginya sendiri menggema di dalam tengkoraknya. ~ "Argh!" Wira terbangun dengan hentakan, duduk tegak di tempat tidur. Napasnya terengah-engah bagai orang yang baru berlari maraton, jantungnya berdebar kencang dan sakit di d**a. Keringat dingin mengalir deras dari pelipis dan tengkuknya, membasahi kaus dan seprainya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD