19. Mengulang Yang Terjadi, Mungkin

1479 Words

Wira meneguk wiskinya, rasa panasnya membakar tenggorokan sebelum dia meletakkan gelas dengan bunyi yang agak keras di atas meja kayu. "Sudah jebol?" tanya Rivano, senyum nakal mengembang di sudut bibirnya. "Apa sih?!" Wira mendengus, membuang muka, tapi telinganya yang sedikit memerah mengkhianati rasa malunya. Rivano tertawa terbahak-bahak, suaranya hampir tenggelam dalam alunan musik jazz yang lembut. "Ya ampun, Wil. Lo itu udah kepala tiga, tapi reaksinya kayak perjaka tanggung yang malu-malu habis ketauan m***m. Masa kalah sama adek gue yang lebih muda?" "Dia playboy sejati, gue bukan. Jadi jangan disamain." Wira membalas, suaranya datar, matanya menatap lingkaran kondensasi di atas meja. Rivano masih tersenyum, tetapi matanya lebih serius. "Jadi gimana? Beneran lo udah bawa dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD