"Ya, Ma, aku sudah bertemu dengan mereka. Elisa di sini, tapi Maya sedang di toko mengurus pekerjaannya." Beritahu Wira pada ibunya melalui panggilan telepon. "Bagaimana dia? Elisa?" tanya suara di seberang. Wira menoleh pada Elisa yang setelah makan tadi memilih menghindar darinya. Kali ini Elisa sedang duduk di ayunan belakang rumah. "Dia masih tidak mau bicara denganku." "Berikan teleponnya, biar mama bicara dengannya." "Mama yakin?" "Ya, lekas berikan." "Baik, tunggu sebentar." Wira berjalan menghampiri Elisa yang tampak sedang melamun. "El," panggilnya. Gadis itu menoleh dan melihat Wira mengulurkan ponsel ke arahnya. "Mama ingin bicara denganmu," katanya memberi tahu. Elisa menerima ponsel itu dengan tangan yang sedikit gemetar, seolah benda itu terasa berat. Dia menelan

