Dua minngu kemudian. Saat ini Elina dan kedua orang tuanya sudah berada di bandara Singapore. Tak lupa Sadam juga hadir untuk mengantar dan melepas kepergian Elina. “Kau yakin akan pergi sekarang?” Tanya Sadam yang masih tak rela. “Iya, aku sangat yakin.” Jawab Elina tersenyum senang. “Hehmm, baiklah. Hati-hati Elina.” Sadam sedikit bersedih dan mengusap-usap rambut Elina. “Baik-baik disana. Aku akan merindukanmu.” Ucap Sadam. “Iya, kau juga baik-baik disini, Sadam.” Elina tesenyum menatap Sadam. “Bolehkah aku memelukmu?” Tanya Sadam. Tanpa menjawab, Elina langsung memeluk Sadam terlebih dahulu. Mata Sadam pun berkaca-kaca saat dipeluk oleh Elina. “Aku akan merindukanmu teman. Terima kasih, sudah menemaniku sejak awal.” Ucap Elina sembari mengusap-usap punggung Sadam. “Iya, kau j

