Sudah 4 hari barlalu tapi Andaru belum mendapatkan balasan dari email tempat dimana dia melamar. Andaru yang kini berada di ruang kerjanya, menghela nafas panjang. Laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya diatas kursi sambil memejamkan mata. Kepalanya terasa berat sekarang, hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan mulai masuk ke otaknya. Bagaimana jika sampai satu bulan ke depan ia belum mendapatkan pekerjaan? Atau jangan-jangan karena terlalu lama bekerja di rumah, banyak perusahaan yang ragu untuk menerimanya? Andaru meremas rambutnya frustasi, bingung ingin melakukan apapun lagi agar bisa mendapat pekerjaan. Helaan nafas panjang lelah terdengar dari bibirnya. Pria itu lau memutuskan untuk meng-close tab yang menampilkan emailnya yang masih kosong. Pria itu memilih keluar dari ruang kerj

