Chapter 25

1515 Words

"Sayang anak, sayang anak! Yuk dibeli mainannya!" seru seorang penjual mainan di sebuah pasar. Di tangannya ada kincir angin yang digerakan hingga membuat beberapa anak yang lewat bersama orang tuanya ingin membeli. "Kita mau beli apa lagi, Bi?" tanya Sabrina yang berada tak jauh dari penjual mainan itu. Ia terkekeh ketika mendengar ada seorang anak yang tengah memuji ibunya agar mendapatkan mainan. Wanita itu seketika menyentuh perutnya yang kini jika dirasakan, tak lagi datar. Sabrina tak sabar menunggu perutnya besar dan merasakan tendangan anaknya. Lalu ketika si kecil lahir, ia tak sabar mencium seluruh wajahnya dan menghirup aroma bayi yang begitu khas. Dan, ketika sudah besar, Sabrina ingin mengajak anaknya jalan-jalan dan membeli mainan. "Sayur-sayuran udah, ayam sama daging jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD