Hari yang Abizat tunggu-tunggu akhirnya tiba. Anak laki-laki bahkan tidak bisa memejamkan matanya kemarin malam karena terlalu bersemangat, membuat Andaru dan Sabrina yang melihatnya hanya bisa terkekeh dan sedikit kawalahan untuk membujuk anak itu tidur. Namun saat diingatkan oleng sang Umi untukt tidur agar besok tidak bangun kesiangan, Abizar memaksa untuk menutup kelopak matanya dan berakhir terlelap dengan tersenyum. Anak laki-laki itu bahkan bangun lebih awal, bahkan Sabrina dan Andaru masih terlelap di kamar mereka. Alhasil karena terlalu cepat, bocah itu menunggu sambil tiduran di antara Umi dan Abinya. Saat hampir waktu sholat tiba, keluarga kecil itu bergegas untuk melaksanakan ibadah. Setelah itu, Abizar tiba-tiba mengatakan akan segera mandi. "Masih pagi, Bang. Tunggu sebent

