Chapter 52

1646 Words

"Ru, lo benaran baik-baik aja kan? Gue ngeri ngelihat lo, kayak ditiup angin bisa pingsan." "Apa gue terlihat kayak gitu?" tanya Andaru membasahi bibirnya yang kering. Pasti terlihat pucat. Dimas memperhatikan sebentar sebelum mengangguk setuju. "Iya, Ru. Muka pucat banget." Pria yang paling tua dari kedua itu jadi tidak tenang. "Gue antar pulang, mau enggak?" Andaru menggeleng pelan. "Gue udah libur dua hari, Bang. Kalo libur lagi, gaji gue dipotong anak gue mau makan gimana?" tanyanya terdengar sangat sedih. Aji dan Dimas yang mendengar itu terkekeh, mereka percaya bahwa jika sebulan tidak bekerja pun, Andaru masih bisa menghidupi anak dan isterinya. Mereka mengetahui bahwa Andaru sebenarnya sudah mencapai financial freedom, artinya tanpa bekerja pun ia bisa menghasilkan duit untuk m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD