Bian berbaring telentang di atas tempat tidur. Dine berbaring telungkup di atas tubuhnya. "Suamiku hebat," Dine bicara perlahan. Jari jemarinya bermain di d**a Bian. "Lagi?" Bian menarik nafas panjang. "Kamu mau lagi?" "Ah kamu gila!" Dine membelalakkan matanya. "Why? Kenapa tidak?" Bian tersenyum. "Dari sejak mengenalmu, aku berubah gila Din. Jangan aneh." "Tidak ingin istirahat?" Dine tak percaya dengan kekuatan suaminya ini. "Kamu.. Kamu sepertinya memang turunan superhero." "Kemarin pagi kita lari pagi, menyusuri lorong rahasia itu, lalu kamu menyelidiki bangunan itu, bekerja di ruang kerja, pergi ke sini, dan.. Lalu kita melakukannya.. Dan, Bi, aku baru sadar kalau kamu belum tidur," Dine bangkit dan duduk di atas perut suaminya. "Tidur dulu sebelum beraktivitas pagi ini,"

