IDENTITAS TERKUAK

1344 Words

Lelaki bernama Naufal tersebut terlihat kaget. Ia menatap Bian dan kemudian menunduk tanpa menjawab pertanyaannya. "Jawab!" Luca mendekat dan mencengkeram kerah lehernya. "Jangan bilang dari saya," ucapnya pelan. Baik Bian dan Luca tidak menjawabnya. . Naufal akhirnya mengangguk. "Iya atau tidak?" Luca kembali bertanya. "Apa mereka orang yang sama atau tidak?" Dine dengan tegang menanti jawabannya. Ia terus menerus meremas jari jari suaminya. Bian menautkan jari jemari mereka dan berbisik, "Tenang saja." "Iya, keduanya orang yang sama. Badran adalah Banan," jawabnya. "Bi.." Dine berbisik kaget. "Iya," Bian mempererat tautan jarinya. "Ceritakan segalanya," Luca menginterogasinya. "Dia teman sekolah saya dulu," ucapnya. "Saya dan dia tumbuh di panti asuhan." "Badran t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD