Asya tengah menikmati sarapan di depan loker miliknya.
Minggu minggu terakhir dia bekerja di tempat ini. Asya kembali mengingat awal dia di terima kerja di tempat ini dan kemudia dekat tanpa kepastian bersama parthner kerjanya.
Berbicara soal parthnernya itu dia kembali mengingat bahwa dia belum menjawab apapun soal perasaannya itu.
Sepertinya asya harus membicarakan ini dengan jhons.
~~~
Jam sudah memasuki waktu istirahat, asya berjalan menuju kantin seorang diri. Di depan pintu kantin asya melihat seorang lelaki tengah duduk seorang diri kemudian asya mengambil makanannya dan menghampiri jhons.
"Ehemp bang, asya boleh duduk sini gak?" Tanya nya ragu.
Yang di tanya mendongak dan melebarkan senyumnya.
"Boleh banget sya" Asya kemudian tersenyum dan duduk di depan jhons. Setelah asya duduk jhons berkata...
"Tumben banget mau duduk sama abang sya?"tanya jhons. Pasalnya baru kali ini asya mendekatinya biasanumya gadis itu akan lebih nyamam duduk sendiri tanpa di temani siaapun.
" Pengen aja" Jawab asya. Jhons hanya menganggukan kepalanya dan kembali memasukan nasi ke dalam mulutnya. Tidak lama setelah itu hanya keheningan yang menemani mereka berdua.
"Bang sore sibuk gak?" Tanya asya
"Kek nya ngga sya, kenapa gitu? Mau ngajak abang jalan iya" Candanya sambil terkekeh.
"Ko abang tau kan asya belum bilang" Balas asya. Jhons hanya tertawa menanggapinya.
"Tapi serius bang, asya mau ngajak keluar nanti sore" Ucap asya sambil menggeruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Sontak jhons melebarkan senyumnya, karena baru kali ini gadis yang disukainya mengajaknya jalan, tentu jhons sangat senang.
"Wah serius sya, mau ngajak abang keluar" Senangnya. "Hayu atuh kuy, jam berapa?"
"Eump, kalo itu abang aja yang tentuin deh jam nya, asya mah mau jam berapa juga oke aja asal jangan kemaleman"
"Gitu ya" Ucap jhons sambil mrngetuk ngetuk jari telunjuk ke dagu nya. "Yaudah, jam stngh 7 sore aja gimana?"
"Okeh,dimana tempatnya?" Jawab asya singkat.
"Caffe latte aja yang deket alun alun" Asya hanya mengangguk.
Karena asya makannya udah selesai dia kemudian beranjak dan pergi dari kantin. Sementara jhons jingkrak jingkrak kegirangan walaupun belum tau ada tujuan apa asya mengajaknya keluar. Dia kemudian berhenti karena melihat orang orang yang berada di kantin menatapnya dengan heran seolah bertanya "lu kenapa?". Jhons kembali duduk di meja kantinnya.
" Ini awal yang bagus" Ucapnya terkekeh sendiri dia membayangkan mereka akan dinner romantis dan asya menjawab perasaannya dengan malu malu.
Tanpa jhons dan asya sadari ada yang menguping pembicaraan mereka semenjak asya berbicara mengenai ajakannya pada jhons dengan tangan terkepal kuat.
" Awas lo asya"
~~~
Seorang gadis dengan rambut panjang sepinggang tengah bersiap menggunakan kaos polos pendek di padukan dengan rok overall di bawah lutut tidak lupa menyiapkan tas selempang dan sepatu kets yang akan di pakainya serta bando untuk penghias di kepalanya.
"Gue malu maluin gak kalo pake baju kek gini da" Tanya nya pada ida.
"Baju itu cocok, cantik ke lo nya, gue jamin bang jhons gak kedip liatnya" Ucap ida.
"Lo bisa aja" Jawab asya dengan pipi bersemu.
"Yok lah, lo gue dandanin dulu" Ucap ida
"Emang bisa?"
"Gini gini juga gue ada sifat peminimnya kali sya" Ucapnya.
"Gak percaya, coba sini make up'in gue" Tantang asya.
"Lo nantangin gue, duduk sini lo"
"Okey, tapi gue gak punya make up da punya nya cuma pelembab bedak sama liptins doang lo tau kan gue gak suka dandan"
"Gue tau karena lo gak suka dandan makanya gue bawa peralatan dari rumah"
"Lo serius" Ucap asya dengan menaikkan sebelah alisnya. Kemudian ida pun mengeluarkan alat tempurnya dari dalam tas.
"Niat banget lo bawa kek ginian dari rumah" Ucap asya terkekeh
"Special buat lo" Asya hanya geleng geleng kepala.
Kemudian ida memulai aksinya dengan mengoleskan pelembab, memberinya bedak, membuatkan alis natural, memakaikan eyeliner, sedikit maskara karena bulu mata asya yang sudah sangat lentik, memakaikannya sedikit blush on, terakhir membuat lipstik ombre.
"Perpect" Ucap ida.
"Coba liat kaca sya" Suruhnya pada asya. Kemudian asya mengambil kaca yang ada di dalam tas nya.
Asya sedikit terkesan dengan make up buatan ida, dia bisa membuat dirinya cantik dengan make up naturalnya.
"Ini siapa?" Tanya asya.
"Dedemit" Jawab ida malas.
"Gue serasa mau di lamar da, gue cantik ternyata kalo dandan" Ucap asya terkekeh.
"Gimana? Kerenkan gue" Ucap ida menaik turunkan alisnya, karena berhasil membuat asya pangling malam ini.
"Gak nyangka gue, laki kek lo ternyata jago dandanin orang"
"Weh sembarangan lo, gini gini juga gue banyak sisi peminimnya" Sewot ida.
Asya hanya tertawa mendengarnya karena memang ida tomboy hanya dari tampilannya aja sekedar untuk melindungi dirinya.
Kemudian asya memakaikan bando di atas kepalanya, memakaikan tas selempang nya dan tidak lupa sepatu kets kesayangannya.
Tidak lama kemudian, terdengar notifikasi dari hp asya...
"Abang udah mau berangkat jemput kamu sya" Isi pesannya.
"Ya bang, asya juga udah siap"
"Sebentar ya tunggu 15 menit"
"Okey"
"Sampe mana katanya?" Tanya ida.
"Baru mau berangkat" Ida hanya menganggukan kepalanya.
Tidak lama kemudian terdengar suara motor di depan kontrakannya asya.
"Tuh udah nyampe" Ucap ida
"Heem, gue barangkat dulu ya. Hatihati di rumah" Ya hari ini ida nginap di rumah asya sebagai minggu minggu terakhir perpisahan mereka.
Sesampainya di depan setelah melihat asya jhons di buat tercengang melihat cantiknya asya malam ini.
"Kenapa bang? Liatin asya nya gitu banget?" Jhons pun tersadar
"Ehh ngga, kamu cantik" Jujurnya. Asya hanya tersenyum dengan pipi memerah.
"Ciie salting" Goda jhons.
"Apa si bang?" Ucap asya memalingkan mukanya ke arah lain
"Yo naik" Asya pun naik ke motornya jhons dan mereka berdua pergi dari sana.
~~~
" Jadi ada apa asya ngajak abang kesini?" Setelah ngobrol kesana sini akhirnya jhons menanyakan rasa penasarannya.
"Eump, asyamau resign bang dari pabrik" Ucap asya tersenyum canggung.
"Kenapa?" Ada sedikit tidak rela di hati jhons.
"Asya mau usaha di kampung aja bang"
"Ada masalah sya?"
"Adek asya gak mau sekolah katanya dia mau kerja aja jadi asya kerja juga buat siapa, asya putuskan buat pulang kampung aja usaha kecil kecilan di sana"
"Terus mau ninggalin abang disini?"
"Maaf" Hanya itu kata yang bisa di keluarkan oleh asya.
"Kirain abang ngajak kesini kamu mau balas perihal perasaan abang sama kamu" Ucapnya lirrih.
"Asya bukan gak mau, cuma asya belum siap bang buat kembali jatuh cinta, abang juga belum membuktikan semua perkataan asya. Kalo Abang serius sama asya, asya tunggu abang di kampung buat minta asya sama ayah" Ucapnya tersenyum.
"Yaudah abang mau ngumpulin dulu uang buat ngelamar kamu, janji mau nunggu abang sya?"
"Asya janji bang"