BAB 78 | Kapal Besar di Tengah Laut

2024 Words

GEMERICIK air begitu terdengar di telinga. Kakinya rasanya lemas ketika mengingat semua kenangan masa lalu yang selalu ingin dia lupakan. Isabela tidak pernah membagi kisah itu pada siapapun termasuk Arkana. Matanya memanas, air matanya perlahan pun jatuh membasahi pipinya. Perempuan itu berjalan pelan, menepi ke pinggir jalan sebelum perutnya mual kembali dan memuntahkan isi perutnya yang masih kosong karena memang belum diisi seharian ini. Isabela seperti tertarik ke masa lalu; masa yang menyebabkan ketakutan selama ini. Dia mengingat suara air, bau karat, atau amis darah yang lekat di dalam ingatannya. Dia bahkan bisa mengingat dengan jelas suara tawa seseorang yang begitu khas mampir di telinganya. Seperti tayangan ulang yang membuat gaduh isi kepalanya. Isabela mengelap air matanya d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD