Membenarkan Ucapan Mama

1162 Words

Mendengarkan musik sambil beraktifitas membuat Amanda sedikit santai apalagi bila mengingat hubungannya dengan Angga yang telah berjalan dengan baik, dia merasa jadi wanita paling bahagia. Lelaki itu tak lagi berkata kasar atau pun berwajah dingin kepadanya yang ada hanyalah senyuman dan kemanjaannya. "Kok, sedih sih, lagunya?" tanya Angga tiba-tiba, yang entah sejak kapan sudah memeluk Amanda dari belakang. "Astaghfirullah! Jangan kebiasaan begini. Kaget aku!" geram Amanda, karena Angga selalu saja memeluknya dengan tiba-tiba. Angga terkekeh, meletakkan kepalanya di ceruk leher samping Amanda. Menghirup aroma segar dan manis yang telah menyatu dengan tubuh istrinya dan sesekali mengecupi pipi wanita itu dari samping. "Angga jangan usil! Aku lagi masak," geram Amanda, lalu menjauhkan l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD