Penantian Berakhir

2033 Words

"Amanda." Merasa namanya dipanggil dia menoleh, lalu terbelalak menatap seseorang yang telah dia rindukan selama beberapa tahun terakhir. "Nggak lupa, 'kan, sama aku?" tanya lelaki manis berlesung pipi itu sambil menatap Amanda yang kini merubah ekspresi terkejutnya menjadi cemberut. Pria itu melangkah mendekat dan tanpa diduga Amanda langsung memeluknya cukup erat membuat si empunya merasa sesak dan hampir kehilangan napas, dengan wajah tanpa dosa dia melepaskan pelukan dan masih tak percaya kini dipertemukan kembali setelah bertahun-tahun tak bertemu. Tak ingin melewatkan waktu, mereka langsung memutuskan berbincang lebih jauh, saling melepas rindu sampai Amanda lupa akan kebiasannya di jam makan siang. "Masih berteman juga sama Yuda?" tanya lelaki itu memulai perbincangan di sela mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD