"Alona...
kamu sudah sadar?!
"em...agh...
hm...
"tetaplah berbaring jangan memaksakan untuk duduk...
"maafkan saya tuan diza...
saya telah membuat anda kerepotan karena saya...
"kamu kenapa?!
"tidak ada apa-apa tuan...
"aku menyesal tidak mengecek cafe...aku terlalu sibuk membenarkan pembukuan di ruangan ku...
maaf ya Alona...
"tidak tuan diza...
saya yang membuat tuan menjadi merugi...
saya baru saja bekerja sudah membuat masalah...
Alona terus meminta maaf di berfikir dirinya terlalu lemah sok-sok an kuat hidup seperti masyarakat pada umumnya.
"Alona...
"ayah...
"kamu baik-baik saja?
"ya ayah...Alona tidak apa-apa...
"kalau begitu saya harus kembali ke cafe...
semoga kamu cepat membaik ya Alona...
jangan di pikirkan masalah pekerjaan...
kamu aku kasih waktu istirahat seminggu ☺️
"tidak tuan diza...
2hari saja sudah cukup...
"heh...aku bosnya...bukan kamu...
sudah seminggu saja...
aku tidak mau kamu pingsan lagi..
diza meledeknya...
lantas diza berlalu pergi dari ruangan Alona di rawat... dan sejak saat itu juga siapapun di larang memasuki area tersebut....
"Alona...
kamu tidak apa-apa sayang!
ayah sudah menangkap temanmu yang sudah melakukan tindakan kejahatan ini...
"apa...
anda terlalu berburuk sangka dan terlalu ikut campur urusanku...
segala sesuatu harus di tidak sesuai hukum kerajaan
ingat ayah...Alona bukanlah putri saat ini
bagaimana bisa Alona belajar dengan tenang tanpa ada yang tau Alona putrimu...kalau ayah selalu ikut campur masalah Alona...
dan satu hal lagi..
sakit ini tidaklah sesakit saya di perlakukan seperti tahanan yang telah melakukan kejahatan...
Alona menahan tangisnya...dan meluapkan emosinya...
Alona mencabut infus yang ada di tanganya dan beranjak dari ruang rawatnya...
"Alona...jangan buat ayah marah padamu...
"Alona baik-baik saja...
terimakasih raja...saya sedang tidak butuh simpati...
saya mau pulang dan jangan suruh pengawal menjaga saya!.
Alona pergi dari rumah sakit dan saat di perjalanan pulang dia bertemu dengan Rama dan kaisar...
"Alona!
ya tuhan kenapa saat begini aku ketemu mereka lagi batin Alona dia pura-pura tidak mendengar.
Alona naik taxi dan menyuruh supir melajukan kendaraanya lebih cepat.
Rama tak bisa menyusul Alona karena terhalang lampu merah...
"hah...sial...
kenapa dia...menjadi dingin...
"mungkin dia baru saja minum es!
"heh...diam kamu!
dodol...otak Lola!
Rama memarahi kaisar yang sedang bercanda diwaktu yang tidak tepat.
***********
Alona kembali ke apartemen garden Palma...dia memilih untuk mengepak semua barang-barang suara bel terus berbunyi...sesekali Alona melihatnya..
Alfian lah yang ada di depan pintu
tapi Alona tidak membuka pintunya...
"Alona...
Alona buka pintunya...
atau aku buka dengan paksa...
Alona diam dia memilih tidak menjawab...
Alona memasukan semua kopernya di gudang dan bila waktunya tiba dia akan pergi...
"klek...
"anda begitu membuat kegaduhan tuan alfian...
saya sedang tidak ingin bicara dengan siapapun...
"Alona...
Alfian memegang tangan Alona tapi di tampik
lalu memeluknya dengan usaha keras karena Alona memberontak...
Alona menghujaninya dengan pukulan dan tendangan Alfian tetap bertahan...
"lepaskan saya pak Alfian...
saya tidak akan lari duduk lah...
hah...
Alona memandang Alfian dengan sinis...
"pergelangan tangan kamu sudah membaik...
kamu kabur dari rumah sakit!
"ya...saya sedang tidak ingin membahas rumah sakit,raja atau yang berhubungan dengan disnasti kita.
"oke...oke fine...
sekarang biarkan saya melihat lukamu...
"stop!!!
jangan dekati saya lagi...please ??
saya kalau dekat sama anda...saya selalu kalah!
Alona memalingkan pandangan dan gugup.
Alfian tersenyum dan menutup pintu kamar Alona...
lantas Alfian duduk di hadapan Alona...
"apakah...aku seperti harimau...
"bukan...
anda lebih seperti buaya...
"wah kalau begitu saya warnanya hijau dong...
Alfian tersenyum...Alona menahan tawa...
"tertawa saja...gak ada yang ngelarang kok
Alona memukul d**a Alfian...
"hi...ih...
anda selalu meledek saya!
"pasti ini sakit!
berhentilah pura-pura Kuat Alona...
aku tau kamu saat ini banyak masalah. ...
"hm...iya... aku memang tak sekuat rakyatku di luar istana...
pak...Alfian... tolong jangan bilang ke ayah...
saya akan pergi dari apartemen ini...
saya ingin mencari jati diri saya...
menjadi orang biasa...
"apa!!
kamu yakin dengan keputusanmu Alona?
"saya sudah bertekad
mungkin...inilah saatnya...saya hidup tanpa bayangan ayah yang tidak mengakui saya sebagai anaknya...
"siapa bilang ayahmu tidak menganggapmu...!
"tidak ada yang bilang...
kalau ayah memang menganggap saya anaknya...
jelas dia tidak akan membiarkan Alina menjadi saya...
sayangnya...ayah hanyalah sebagai konspirasi...
untuk mengurung saya di istana dan kalau sudah tepat waktunya baru saya di nobatkan sebagai putri raja...
Alfian terkejut dengan perkataan Alona...
dari mana Alona tau tentang konspirasi ini...
sayangnya Alona memilih menikmati hidup di dunia luar di bandingkan menyerah kepada ayahnya yang berbelas kasih kepadanya hanya untuk mengurungnya...
"aku akan mendukungmu...
apapun yang kamu inginkan Alona...
tapi...bagaimana dengan perasaanku?
"maaf tuan Alfian...
saat ini saya belum bisa mencintai siapapun...
perasaan saya terhadap anda hanyalah sebatas...kagum.
Alona menyembunyikan perasaanya...
dia sebenarnya mencintai Alfian hanya saja dia tidak ingin membatalkan perjanjian nya untuk sukses dengan usahanya sendiri...
"baiklah...aku akan menunggumu hingga 3tahun berlalu...
untuk masalah perasaan kita sama-sama ikuti takdir tuhan...
Alfian hanya meminta untuk tetap bisa berkomunikasi dengan handphone yang pernah ia berikan kepada Alona...
Alfian sedih...dia tidak bisa menahan Alona tetap tinggal di dekatnya...
mereka saling menguatkan satu sama lain dengan berpelukan...
Alfian berjanji untuk tidak bicara dengan raja Amerta ataupun ayahnya...
***********
"sudah pukul 23,00 aku sudah harus pergi dari apartemen ini...
Alona bergegas...dan keluar apartemen garden Palma...
dia sudah merencanakan semua dengan matang..
surat pengunduran diri kerja di taruhnya di pintu cafe...
Alona kembali kemobil Alfian...
"trimakasih...sudah membantu saya...
saya sudah tidak punya apa-apa tuan Alfian..
sebentar lagi kapal akan berangkat kesebrang lautan..
Alfian memandang Alona...dengan angin malam yang begitu syahdu...mengibarkan rambut Alona...yang tergerai cantik...
"Alona...aku menginginkan ciuman terakhir darimu tanpa paksaan apa bisa?!
Alona memandang Alfian sadis...
"jangan...harap saya tidak mau;
anda selalu membuat saya tidak punya pilihan...?
"hm...saya kecewa Alona...
bukankah kamu ingin membalas bantuan saya...
"ih...ih..
Alona memukul punggung Alfian...
"stop... Alona...stop...
iya..iya...saya hanya bercanda... please...?
"saya harus berangkat...
selamat tinggal tuan Alfian semoga hari-hari mu menyenangkan...berdamailah dengan hidup?
Alona memeluk...Alfian...dan mendaratkan kis di bibir Alfian...tanpa paksaan...meninggalkan bekas gigitan dibibir alfian...
"bye...pak Alfian...
Alona yang tadinya mengalungkan tanganya... kini melepaskannya...
"Alona...aku akan menunggumu!!!!
Alona hanya melambaikan tangan dan kapalpun berlayar....
********
"pak Karim...
"ya tuan..
"Alona sedang sakit...pergilah ke apartemen nya...
bawakan dia makanan dan obat...
"baik tuan...
pak Karim berangkat ke apartemen Alona...sesampainya di sana dia tidak menemukan Alona...kunci juga dititipkan di resepsionis...
"boleh saya lihat cctv nona?!
"silahkan pak...
pak Karim mendapati Alona pergi pukul 01.00 dan sebelum itu tidak ada siapapun yang keluar...
Alfian juga tidak terlihat keluar dari apartemen pukul 01,00 hanya keluar pukul 19.30 kembali pukul 21.00...dari kamar nona Alona...
pak Karim menuju cafe dimana Alona pernah bekerja untuk mendapatkan informasi...
dan ternyata hanya surat pengunduran diri...
pak Karim mencari tau lagi bertemu dengan Alfian di sekolah Pratama royal...
"maaf tuan Alfian saya menganggu belajar mengajar anda...
saya hanya ingin menanyakan mungkin tuan tau...
nona Alona pergi kemana setelah tuan dari kamarnya...
"memang Alona kemana!?
terakhir kali kemarin saya menjenguknya karena dia sedang sakit bukan...?!
Alfian bertanya seakan dia juga menghawatirkan Alona...
"bagaimana ini..
pak Karim ketakutan...
"bapak bilang saja kepada raja yang sejujurnya saya akan membantu mencari Alona...
"permisi tuan...
nona Alona melarikan diri taun...
tidak ada yang tau keberadaanya saya sudah meminta bantuan kepada tim untuk mencari keseluru negeri...
"apa!!
plak...bodoh..!
bagai mana bisa kalian kehilangan jejak Alona!
kartunya aku blokir dan dia tidak membawa uang sepeserpun...
benar-benar anak itu melewati batas!!
agh...
raja marah mengepalkan tanganya dan melemparkan pukulan ketembok...
"hah...biarkan Alona begitu...
aku tidak perduli dengan hidupnya...
dia akan kembali karena tidak sanggup hidup tanpa uang...
raja menyuruh pak Karim menghentikan pencariannya karena raja merasa Alona tidak akan hidup tanpa uang...
**********
Alona telah sampai di sebuah perbatasan setelah menaiki kapal...
Alona menuju kota terpencil di kota *****""
Alona hanya membawa uang 5xxx dia memang sengaja menyiapkan untuk aksinya melarikan diri dari ayahnya...
"hm...ini adalah kesempatan yang sangat langkah...
semoga aku bertahan hidup dan memulai lembaran baru sebagai masyarakat biasa....
Alona mencari tau bagaimana dia bisa menyewa apartemen kecil...
"permisi...
maaf saya mau cari apartemen untuk tinggal ya untuk 3tahunan...
Alona mendatangi agen properti.
"bisa nona...banyak pilihan yang bisa kami tawarkan...
"saya mau apartemen yang simpel dan 1 ruangan sudah terisi seluruh fasilitas apa ada?


ya sudah saya ambil yang gambar ke dua saja saya langsung bayar 3thn terakhir ya...
"baik...trimakasih nona...saya ambilkan kuncinya..
Alona sebenarnya ingin mengambil gambar yang pertama tapi sayangnya harganya tidak bisa di nego.
"ini nona kuncinya...nomer 32 untuk kamarnya...
"trimakasih...
Alona pergi ke apartemen yang dia sewa dan masuk...
hm...lumayan...bagus...walaupun tak seluas kamarku...
"Ting tong...
"siapa?aku tidak memesan atau punya janji?
Alona membuka pintu ternyata agen properti tadi menyerahkan hadiah sepaket alat masak karena Alona menyewa lagsung bayar dalam 3th..
"trimakasih tuan untuk hadiahnya..
"sama-sama Nona...semoga betah...
jangan lupa untuk Menganti nomor sandi dan saya menjamin di sini selalu di awasi cctv?
Alona kembali masuk ke kamar...menaruh semua barang-barang bawaannya di koper dan membuka hadiah peralatan masak...
gruk...gruk...
pangilan vc masuk...
"ya tuan Alfian...
"sudah sampai di kota yang kamu inginkan?
"iya...disini nyaman dan menyenangkan☺️
"boleh lihat sekeliling?
Alona menunjukan setiap sudut di ruangannya...Alfian tersenyum tapi dalam hatinya dia sedih...wanita yang dia sukai tetap tersenyum dengan penderitanya jauh dari istana yang mewah dan megah lebih memilih tinggal di apartemen biasa.
"bagus...sepertinya nyaman...
"iya...yang terpenting saya sekarang bisa hidup bebas tuan Alfian...
"bolehkah aku besok berkunjung?!
Alona menolaknya bukan karena tidak boleh tapi takut rencananya akan di ketahui mata-mata ayahnya dan Alona juga berniat untuk Menganti nomer telponnya...Alona tau dia tidak akan berhasil hidup mandiri jika ada orang yang tau dia dimana termasuk Alfian...
"iya ya...akan ada yang tau kalau aku mengetahui kamu pergi...
hm...ya sudah...berikan aku senyuman manis itu...untuk memberikanku semangat tanpa kamu☺️
"mulai menggombal anda...
ya sudah semoga hari anda menyenangkan tuan Alfian sampai jumpa di lain waktu...?
alona menutup telponya...dia bersiap untuk mencari bahan makanan dan alat rumah tangga lainya...
"hm...cuaca disini sangat dingin...
Alona mengosok badanya...yang lupa membawa jaket...
"permisi tuan bisa antar ke pusat perbelanjaan?
"tentu nona silahkan masuk...