Alfian marah

2020 Words
"ini sudah sore...ternyata waktu cepat berlalu... Alona melanjutkan kesibukannya hari ini dia mengunjungi showroom motor dan berencana membeli motor... "selamat datang nona ada yang bisa kami bantu... "iya...saya mau membeli motor seken apa ada? "em...ada nona silahkan di pilih... "harga sampai berapa kalau seken kalau baru berapa? Alona menanyakan harga hingga mendapatkan motor dengan harga murah yang sesuai budget nya...  "ini kuncinya... "em...maaf boleh merepotkan sedikit gak? saya sebenarnya tidak bisa menaiki motor, Alona menunduk malu... beberapa karyawan tersenyum tapi manager nya marah.. "ada apa ini? bantu nona ini untuk belajar...karena dia sudah membeli kontan motor disini "free belajar motor sampai bisa nona ? Alona tersenyum kagum dan mengucapkan banyak terimakasih... Alona menyiapkan waktu untuk belajar motor setiap pulang sekolah dan belajar motor. hari-hari Alona padat dan sibuk...pulang larut pukul 22.00 dari mini market. setelah hampir 1bulan Alona sekarang bisa mengendarai motor tanpa bantuan karyawan showroom. "syukurlah hari ini aku bisa menaiki motor sendiri... yeee... Alona bertepuk tangan kecil untuk dirinya karena telah lulus dari ujian motor? Alona memasuki apartemen... tiba-tiba resepsionis bicara ada seseorang yang mencarinya... "nona...dia menunggu di loby... "em...iya trimaksih untuk infonya.. "permisi tua ada yang bisa saya bantu? Alona merasa curiga dengan pria berjambang itu dan juga rambutnya yang ditutupi topi. "oh... iya nona.. saya melupakan sesuatu di kamar anda...saya adalah teman pemilik apartemen... "lantas...kenapa pemilik apartemen tidak menelpon saya? Alona binggung dan mencari tau lantas menelpon pemilik apartemen! dalam hati Alfian... wah gawat...kalau pemilik apartemen bilang tidak kenal saya pasti TAMAT...? Alfian gugup dan gemetar...akan mendapatkan serangan yang tidak akan dia bayangkan... "heh...tuan!! anda membohongi saya ya? Alona menelisik dan merendahkan pandangan dan membuka topi dan menarik kerah baju Alfian... "hm...anda kurang mahir untuk menipu saya! Alona membuka penyamaran Alfian dan hampir menghajarnya... "Alona!!STOP!! Alfian menutupi wajahnya dan meringkuh... "tuan Alfian!!! Alona kaget lantas ketakutan dan lari... "ti...tidak mungkin... Alona kabur...Alfian mengejarnya...dia tau Alona tinggal di kamar nomer berapa... "ha...ha... agh...hu... tersengal-sengal...Alona mengunci pintu kamar rapat2... "tet....tet... bel berbunyi sering sekali...Alfian memangil-manggil Alona dan ini sudah hampir tengah malam...Alona akhirnya membukakan pintunya karena tidak mau penghuni apartemen yang lain terganggu... "hm...masuk! Alona cemberut... Alfian masuk kamar Alona..melihat sekeliling... apartemen nya yang rapi dan simpel... "bagaimana bisa anda ada di sini? Alona bertanya sambil mengeraskan suaranya... Alfian membaringkan tubuhnya di sofa tanpa di suruh Alona... "siapa suruh anda berbaring di sofa!! mandi sana... pasti anda sampai sini belum membersihkan diri! Alona tegas dan Alfian hanya menuruti ucapannya... sementara Alfian mandi Alona menyiapakan makanan ringan dan minuman hangat... "Alona!! "apa?? "saya lupa baju dan handuk saya di koper?! "apa?!lantas kenapa? "tolong ambilkan... "kalau saya tidak mau kenapa! Alona tersenyum kecil.. "ya terpaksa aku keluar tanpa busana ... "apa! Alona terkejut dan meminta pin bagaimana cara membuka koper itu... dan mengambil handuk serta perlengkapan pakaian 1 set dan bernomor... "ini...buka pintunya! Alona memalingkan wajah di hadapan pintu kamar mandi dan Alfian membuka pintunya...membungkus bagian bawa tubuhnya... "sudah...jangan ditutup terus matanya... "huft...Alona kesal dan membuka matanya... "a..aaa...pak Alfian ..kenapa anda hanya pakai pakaian seperti itu!! Alona menutup matanya lagi... "semua orang di dalam istanaku sudah biasa melihatku pakai boxer karena aku selalu latihan tinju?! "tapi anda sedang ada di apartemen saya...cepatlah pakai pakaian anda...saya tidak terbiasa melihatnya. Alona masih menutup matanya dan memalingkan pandangan dan duduk di meja makan. "kamu bisa masak?! "tentu...rugi kalau perempuan tidak bisa masak! Alfian tersenyum dan memulai makanya ..selesai makan Alfian membantu Alona mencuci piring... "tunggu...! biarkan aku yang mencuci piringnya.... "jangan...nanti pecah semua... Alona menyuruh Alfian duduk disofa... lantas Alfian menonton tv .. "hm...adegan yang sangat romantis... andai saja kamu kekasihku pasti aku akan melakukan hal yang lebih dari itu.. Alona yang mendengarnya lantas menciptakan air ke Alfian. Alfian terkejut dan tersenyum dan mencoba menghindar dan di tangkapnya tubuh Alona... "ha...ha... tertawa kecil "stop Alona...lihatlah basah semua... "salah sendiri bicara anda keterlaluan! jangan-jangan setiap punya pacar anda melakukan hal yang gak baik ya? Alona memperhatikan wajah Alfian dan menajamkan pandangan... "enggak kok! Alfian memeluk pinggang Alona sambil mengeratkan pelukan...Alona gugup dan menundukan kepalanya... "ehem...lepaskan saya pak... "oh...iya.. maaf saya tidak sadar! lantas mereka keluar balkon. duduk di sebuah kursi yang nyaman dan bisa berayun... "wah...ini tempat ternyaman... kamu beli Alona atau sudah tersedia disini?! "khusus kursi ini saya membelinya di pengrajin dekat tempat saya bekerja. Alfian memandang Alona dan menghadapkan diri kedepan Alona. "kenapa kamu tidak bisa di hubungi? dan kenapa kamu melakukan itu... "Alona sambil menggaruk kepala yang tidak gatal gugup menjawab berdalih karena takut nanti alfian melaporkan nya kepada ayahnya... "kamu tau.. aku kebingungan hampir sebulan aku mencari informasi tentang dirimu seluruh pulau ini aku obrak Abrik... tapi aku akhirnya menemukan dirimu... ini adalah apartemen pinggiran kota tujuan terakhir aku mencarimu ternyata namamu terukir di buku penyewa apartemen 32 "wah... bisa-bisa Anda kalau jadi ditektif bisa menemukan penjahat ya! Alona meledek. "Alona...jangan buat aku frustasi... kamu tau aku sudah mengenalmu sejak kamu umur 12th dan ayah juga punya perjanjian... UPS ! "perjanjian!! apa? "maaf aku hanya mendengarnya sekilas kalau kamu akan menjadi istriku... "tuan Alfian... saya tidak percaya dengan semua konspirasi raja... yang jelas saya lebih memilih mendapatkan laki-laki dari kalangan biasa... "itu tidak akan pernah terjadi selama ada aku! ""kapan kamu bisa membuka hati? "suatu saat mungkin... jawaban Alona datar... "saya lelah tuan Alfian...,bisakah anda lekas pulang?! "kamu mengusirku! "lantas apa lagi?! saya tidak bisa membiarkan Anda menginap di tempat saya...maaf.. "please Alona semalam saja besok pagi aku akan mencari tempat tinggal... Alfian memohon...tapi Alona menyeretnya. "tinggallah di hotel saja tuan... saya tidak terbiasa sekamar dengan orang lain pria atau wanita... Alona mengambil koper Alfian dan menyuruhnya keluar... "oke...oke...fine! tapi please...besok aku tunggu kamu pulang bekerja datang ke cafe mawar untuk menemuimu oke! Alfian menjulurkan tanganya...jari kelingking... Alona menyepakatinya dari pada Alfian berbuat nekat.. lantar Alfian pergi Alona kembali masuk...dan mulai beristirahat. ********** "hoam.... masih jam 6 pagi... Alona masih di tempat tidur melihat jam dan tidak ingin pergi dari selimut... tet....tet... bel berbunyi Alona bergeming....dan menutup kepalanya dengan bantal. "siapa? ya tuhan ini masih terlalu pagi...menganggu hari liburku... Alona menggaruk kepala... Alona terkejut Alfian sudah ada di depan kamarnya. "ya tuhan....pak Alfian...tidak bisahkan anda tidak muncul pagi ini saya sangat ngantuk dan ingin menghabiskan waktu libur sekolah hingga nanti bekerja "tidak bisa... justru nanti sore kamu bekerja...makanya...aku datang... "ada apa? bukankah masih nanti pertemuan kita! "mana mungkin kamu menemui ku di cafe pukul 22,00 kan terlalu malam Alona... jadi aku putuskan pagi ini saja karena kamu sedang libur sekolah kan? Alona hanya mengangguk dan mempersilahkan masuk... Alona pergi ke kamar mandi untuk bersiap... "klek... kita mau kemana tuan Alfian?! Alona sudah rapi dan berdandan simpel.... "sudah siap...ayo kita berangkat... Alona mengambil tas ranselnya... lantas ikut Alfian ke sesuatu tempat. diperjalanan....Alona melihat sekeliling...dan dilihatnya...dia seperti mengenal jalan tersebut... "apa kita akan ke dermaga? maaf tuan Alfian saya benar-benar tidak mau kembali ke raja Amerta...! Alona binggung dan mencoba menghentikan supir untuk tidak melanjutkan perjalanannya.... "brak... Alona tiba-tiba tutu dari mobil...lantas menyebrang jalan dengan cepat... Alfian tidak berdiam diri lantas mengejarnya... "Alona...!! Alona....tunggu... Alfian kalah cepat berlari dengan Alona. "ah...ah...ah... Alfian terengah-engah... lantas pura-pura pingsan... alona melihatnya lantas bukanya kembali malah membiarkan Alfian dan tetap melanjutkan pelariannya. "sit...! "ayo pak...kita kembali saja...cepat kejar nona Alona... "baik tuan. "Alfian masuk kemobil dan mendapati Alona berlari...Alfian heran...seorang putri raja larinya cepat sekali dan tidak ada lelahnya... "berhenti pak... alona yang tau Alfian yang turun itu mencoba berbalik arah tapi Alfian menangkapnya...lantas mengendong Alona masuk kemobil. "ah...lepaskan saya pak Alfian! saya mau pulang?! Alona meronta dan marah-marah... "Alona...stop!!!! alfian meradang dan mengengam tangan Alona... "dengar.... siapa yang mau membawamu kembali ke istana Amerta!! jangan berprasangka buruk denganku.. Alfian melepaskan tangan Alona dan melipatnya di depan d**a membuang pandangannya ke Alona... "maaf... saya benar-benar sensitif kalau sudah ke arah dermaga... Alona menyesal telah berburuk sangka dan menundukan kepala meremas-remas tanganya...takut...karena tidak pernah melihat Alfian semarah itu. "kamu sudah berubah Alona! keperduliamu...sudah tidak ada lagi... melihatku pingsan saja kamu tidak berhenti dan kembali kepadaku... "tapi pak Alfian hanya berbohong... "Alona yang dulu walaupun aku berbohong pura-pura terluka Alona selalu menolong! empatimu lebih besar egoismu! Alfian marah lantas memulangkan Alona dan menurunkannya di apartemennya... Alfian tidak berkata apapun lagi....dan meninggalkan Alona di depan apartemennya... tiba-tiba...Alona meneteskan air mata...dia menyesal membuat Alfian marah besar karena dirinya egois. vol Alfian... disisi lain...Alfian merasa sesak didadanya karena habis berlari tadi... "pak...apa ada oksigen! Alfian memberhentikan mobilnya di pingir jalan... "tuan...ini oksigen nya... tuan...apa perlu kita kerumah sakit! kondisi tuan sedang tidak baik... "tidak pak... saya baik-baik saja... hanya butuh menghirup udara yang lebih banyak... "..em...pak...kita kembali ke hotel dan pesankan saya makanan dan belikan saya vitamin yang biasanya... "baik tuan... Alfian di perjalanan menuju hotel tempatnya menginap...berfikir...untuk kembali ke kotanya... dia sedang tidak ingin membuat Alona tertekan akan kehadirannya... "gruk....gruk....pesan masuk. ? maaf ? baru kali ini anda begitu marah...? ini nomer saya tuan Alfian Alona..... Alfian hanya melihatnya...dan tersenyum kecil... "hanya di ready saja? ya sudah kalau tidak ingin membalas... setidaknya saya sudah minta maaf? Alfian sedang merasa sesak didadanya.... ya Alfian punya debaran jantung yang cepat...setiap lari...dia tidak pernah lari ataupun olahraga lari. sesampainya di hotel Alfian berfikir semua rencananya berantakan karena Alona tiba-tiba turun dari mobil... dan yang sebenarnya Alfian pergi kedermaga hanya ingin mengungkapkan perasaanya... tapi kejadian ini membuat Alfian sadar Alona tidak akan menerima cintanya... ********* Alona berfikir apa Alfian begitu sangat marah...sudah menurunkannya tanpa kata...Alfian tidaklah seperti dulu tipe laki-laki yang tidak mudah menyerah... "huft... apa aku terlalu egois ya... sebenarnya apa yang dia maksudkan tadi? "ah...hentahlah... Alona menghela nafas dan berganti pakaian lantas masak dan selalu melihat layar handphone...tapi tidak ada balasan... "gruk...gruk... Alona langsung melihat layar tapi dia kecewa ternyata teman kerjanya yang mengajaknya untuk pergi ke pasar raya... "tet....tet... siapa?! aku Alona....buka kan pintunya! "kamu gak kerja FER... bukankah sekarang shift pagi? "aku tadi ke toko... kata bos semua karyawan diliburkan...nih...dari bos...gaji kamu! "Lo...kok sudah di gaji bukankah masih besok? "toko tidak akan buka selama seminggu Alona... bos memindakan semua barangnya untuk di jual di pusat perbelanjaan pasar raya... dan kita tidak diikut sertakan sebagai pramuniaga karena kita masih baru sebulan di sana... "seminggu ini kita gak kerja gak di gaji dong? Alona sedih...karena paling tidak gajinya akan terpotong untuk seminggu... "ya udah deh...aku balik dulu Alona... "mampir dulu ayo sarapan sama aku... "wah...serius ni? "iya... ayo...biar kamu gak kurus terus? "enak aja aku kamu bilang kurus... kamu tuh yang kurus... Alona ledek temanya... "hm...enak ya Al...kamu bisa sewa apartemen... uangmu banyak ya? "tidak juga...ini karena tabungan saja bisa untuk menyewanya... "em...kalau aku sih merantau dari desa bisanya kost doang Alona... "gpp gak masalah...yang penting kamu tetap semangat! ayo sudah kita makan dulu nanti lanjut ngobrolnya ? Alona dan temanya sarapan pagi...selesai sarapan Fera pamitan untuk pergi pulang ke kostnya. "gruk....gruk...telpon... "halo?! nona...maaf tuan sedang tidak baik dia mencarimu sejak kepergiannya meninggalkan nona?! "lantas pak Alfian sekarang di mana! Alona terkejut dan kuwatir... "di hotel rice pop nona nomer 23 "baiklah saya akan kesana... Alona berburu dengan waktu mencari taxi tak kunjung ada dan menaiki ojek menuju hotel rice pop... "buk...buk...buk... ha...ha... Alona berlari memasuki hotel dan menaiki lift menuju kamar 23... "ha...ha...lelahnya... kenapa lama sekali naik ke tingkat 2? sret.... lift terbuka Alona mencari nomer 23 ternyata ada di ujung kiri... Alona menemukanya... tapi Alona tidak mendapati penjaga.. Ting...tong... "iya...silahkan masuk! suara seseorang tanpa ada orangnya... "pak Alfian? Alona melangkah masuk kamar 23 dan berjalan perlahan menengok kanan kiri tak ada satupun sosok manusia!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD