Putri yang di sembunyikan identitasnya

2091 Words
Pagi yang dingin dimulainya hari yang sangat melelahkan bagi Alona... "Tuan putri....mohon maaf hari ini guru bahasa Mandarin itu tidak datang dan tuan besar ingin tuan putri pergi kesekolah saja,,,kata pelayan" Alona tidak menanggapi perkataan pelayan itu dia hanya duduk terpaku di depan cermin sambil menyisir rambutnya yang indah nan cantik panjang semampai.... "Brak!" ayahnya masuk dan marah... "Alona!kenapa kamu lama turunya.... kamu harus segera turun dan sekolah ini sudah terlambat!" "Maaf ayah" Alona berdiri dan berjalan mendekati ayahnya yang sedang marah... "Alona membuat ayah menunggu.... tapi...bukankah masih banyak yang harus Alona persiapkan...ini sangatlah mendadak ayah"memelas. "Semua sudah di siapkan....kamu terlalu lamban untuk menentukan sikap! "Andai saja aku punya putra pasti dia akan memahami...keinginanku untuk mengantikan ku menjadi raja" "cepat turun!" Alona tak habis pikir kenapa ayah kandungnya begitu membencinya dan menginginkan Alona bersikap seperti seorang putra Alona belum sempat sarapan pagi dia hanya membawa tas dan berisikan buku dan perlengkapan sekolah kotak makan pun hanya diisi roti dan hampir setiap hari dia makan roti dan gandum "Silahkan nona" Supir mempersilahkan masuk mobil.. Alona mendapati ayahnya yang tengah sibuk menelpon hentah dari siapa hanya melihat Alona yang duduk dengan muka sinis... "Ingat di sekolah jangan sok bilang kamu adalah putriku!"sinis. Alona tertegun dan hanya menjawab iya karena Alona sudah lelah berdebat dengan ayahnya yang arogan. Sepanjang perjalanan Alona hanya melihat keluar jendela mobil dia berangan-angan bagaimana hidup di dunia nyata yang sebenarnya apakah akan sama dengan apa yang ia rasakan sekarang Agak berjarak dari sekolah Alona dia diturunkan...Alona tidak kaget karena dia tau semua skenario yang ayahnya mau. "Trimakasih pak Karim "Anda sekarang adalah ayah saya...mohon jangan sungkan untuk berkata yang sewajarnya!" 'Baik nona maafkan saya jika kata-kata saya nanti kurang baik bagi nona di hadapan kepala sekolah!" "Jangan panggil saya nona lagi pak kurang baik untuk bapak dan saya nanti semua orang akan salah faham dan mengira bapak bukan ayah saya" Melanjutkan perjalanan ke ruang kepala sekolah Alona melihat sekeliling tampak begitu bagus setiap bangunan dan kelas yang bersih... "Silahkan duduk pak" Senyum ramah kepala sekolah yang berkacamata dan tubuh bongsor. "Baik Bu!maaf ini adalah putri saya mohon kerjasamanya untuk kelangsungan belajar disini!" "Baik pak saya sudah melihat review ananda alona dia anak yang nilainya sangat jenius menurut profile ujiannya" "Alona silahkan ikut wali kelas anda bernama teacherAlfian. Dia adalah guru bahasa Inggris sekaligus wali kelas III MIPA" "Baik Bu terimakasih atas penerimaan saya dari sekolah homeschooling hingga ke sekolah umum ini" Alona sudah dari kecil sekolah di rumah dia tidak pernah melihat dunia luar segala sesuatu di batasi. Alona berjalan menuju kelas dia mendapati beberapa murid melihatnya begitu kagum karena kecantikan Alona "Good morning student There are new students who will join my class Introduce yourself!must use English you Understand !" "Yes I understand" "Good morning friends my name is Alona" "Welcome to join class III MIPA Alona" Semua siswa menyambutnya dengan ramah Alona duduk di bangku depan pak guru dan Yumna pindah duduk di belakang Alona kelas begitu hening semua murid mendengarkan gurunya Bel jam pelajaran ke dua berbunyi dan guru Kartika masuk dia adalah guru matematika... "Anak-anak hari ini kita ulangan!" Semua siswa bergemuruh...meminta ulangan di ganti Minggu depan karena belum siap "Saya tidak mau tau silahkan keluarkan alat tulis di meja dan tas di mohon di taruh di kolom meja" Semua siswa mengerutu Alona hanya diam dan menyiapkan maksud guru matematika semua soal yang di tulis di papan tulis Alona menyelesaikan jawaban dengan baik diantara teman-temannya Alona yang pertama menyerahkan hasil ulangan. "Permisi Bu saya sudah selesai!" "Baiklah Alona silahkan keluar kelas dan istirahatlah di kantin" Alona mengambil tasnya dan bersiap ke kantin dan di belakangnya ada Alfian guru bahasa Inggrisnya dan wali kelasnya "Alona! apa yang kamu lakukan di luar?" "Maaf pak saya sudah selesai mengerjakan ulangan dan sama Bu Kartika di suruh keluar untuk istirahat" "Ok lanjutkan urusanmu!" Alona melihat gurunya masuk keruang guru dan Alona pergi ke kantin. Sesampainya di kantin Alona duduk dan ada seorang wanita paru baya menyapanya "Permisi mau pesan apa mbak?" "Maaf Bu apa bisa saya pesan jus alpukat dan nasi lauk telur" "Baiklah di tunggu" "Brak!sret" Alona kaget ada sosok laki-laki duduk di hadapannya... alona mengeluarkan buku kecil untuk mencatat menu yang di makanya hari ini di sekolah pertamanya. "Heh Lo siapa!" Alona hanya diam tak menjawab karena Alona merasa sikap laki-laki itu tidak baik karena melempar tisu ke arah Alona. "Cui" dia geram dan berdiri menantang "Heh berdiri Lo pergi Lo dari meja gue!" Alona membawa tasnya dan pindah tempat laki-laki itu menyodorkan kakinya dan menghalangi Alona. Alona melihat ke bawah dan mengeserkan badan kesebelah kanan "Heh Lo bisu ya Gue tanya sama Lo" Alona memilih tak menjawab dan dia menuju tempat STAN warung yang tadi menawarinya menu. "Bu tolong di bungkus saja pesanan saya" "Baik mbak" Laki-laki itu masih penasaran dengan Alona dan menghampiri Alona dan pura-pura memesan makanan "Mbok seperti biasa mie cepetan ya mbok" Alona hanya diam dan tetap duduk membaca buku yang ada di tasnya "Den Rama duduk saja dulu mbok akan menyiapkan pesanannya" Ya dia adalah raja muda anak dari keluarga raja Sebastian lee. Alona yang mendengar namanya sudah tau kalau dia adalah anak raja Sebastian dan tanda tato segi empat di lehernya dan Alona mencatat semua anak-anak orang-orang ternama di sekolah tersebut. "Mbak ini pesanannya" "Trimaksih berapa semuanya Bu?" "20rb saja mbak" Uang tersebut di rampas oleh Rama. "UPS siswa baru harus bayar upeti sekolah disini tidak gratis kalau Lo mau selamat dan tenang sekolah disini" Alona hanya memandang Rama tenang dan Alona mengambil uang kembali di tasnya "Ini Bu maaf atas kejadian tadi" Alona tetap ramah dan tenang dan pergi dari kantin. "Berhenti!" Alona mengentikan langkahnya dan menengok karena kakinya di halangi kaki Rama "Heh bisu enak saja Lo pergi sini in tuh makanan Lo" Alona sudah mulai geram dan tetap memegang makanan yang di pesannya dan tetap diam dan mencoba pergi dari situ tapi Rama memegang tangan Alona dan tangan Rama di plintir Alona dan di hempaskan hingga Rama terduduk di lantai. "Saya tidak takut dengan ancaman mu!" Alona menajamkan pandangan kearah Rama dan Alona pergi dari kantin. Sial gadis gila sadis banget untung perempuan kalau laki-laki sudah gue duel tuh orang Rama kesal dan menendang kursi di sebelahnya dan bangkit dari lantai. "Duh den Rama gak apa-apa mbok kasih salep ya den" "Gak usah mbok aku baik-baik saja mbok tenang saja" Rama walaupun sikapnya arogan dan jutek kepada semua orang dan gurunya tapi Rama selalu ramah dengan orang tua seperti mbok parmi pemilik warung di kantin karena Rama terkenal baik hati dan ramah terhadap orang-orang yang hidupnya sulit Rama berfikir kalau Alona adalah gadis kaya dan gengsian seperti semua anak perempuan di sekolahnya karena di sekolah tersebut adalah hanya anak-anak orang berada saja yang bisa sekolah di sana. "Hm uangku raib di ambil anak itu sudah kaya masih saja menindasku" "Ehem" Yumna anak perempuan yang duduk di belakang Alona di kelas. "Hay kamu Alona kan" Senyum ramah "Iya silahkan duduk" Mereka mengobrol di taman dan Alona menawarkan makanan dan minumannya "Tidak usah aku sudah makan di kantin tadi kamu makan saja" "Oh ya maaf aku tidak terlalu menghiraukan teman-teman di kantin" "Iya aku tau kok kamu tadi digangguin sama Rama dia baik kok tapi cuma sama anak-anak gak mampu sepertiku" "Maksudnya" "Iya Alona aku ini hanya anak supir pribadi dari keluarga raja Sebastian dan Rama adalah anak satu-satunya raja Sebastian" Alona makan sambil mendengarkan cerita Yumna selesai makan Alona menceritakan bahwa dirinya juga anak supir dari raja Amerta Yumna terkejut tak percaya karena melihat penampilan Alona dan kepandaiannya dalam belajar bisa-bisanya memperkenalkan dirinya juga anak supir. "Bel sudah bunyi ayo masuk Alona" "Iya kamu duluan ya" Lantas selesai jam istirahat mereka kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Kring kring bel sekolah berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah Alona pulang bersama Yumna dan saat di gerbang sekolah dia di jemput pak Karim "Yum kamu aku antar ya mari" "Em jangan Alona apa nanti tuanmu tidak marah kamu mengantar ku" "Tidak ayolah" Mereka menaiki mobil dan Alona mengenalkan pak Karim adalah ayahnya Yumna mengangguk mengerti dia begitu takjub melihat fasilitas di mobil Alona sesampainya di rumah raja Bastian Yumna turun dan di sebrang jalan ada sosok Rama turun dari pintu mobilnya dan menoleh ke arah mobil Alona "Kamu pulang bersamanya?" "Maaf tuan tadi dia menawarkan untuk mengantar saya" "Dia putri raja Amerta!" "Bukan tuan dia hanyalah anak supir itu tadi ayahnya supir yang di depan yang mengemudi" Rama membiarkan Yumna masuk dulu Rama masih tidak percaya kalau Alona adalah anak supir Rama besok akan mencari tau apakah Alona memang bukan anak raja Amerta. Ya setiap anggota keluarga kerajaan memiliki tanda pengenal keluarga raja Sebastian tanda segi empat di lehernya itu permanen tidak bisa hilang keluarga Amerta tanda bunga tulip di leher juga tidak bisa hilang keluarga raja finnara tanda bintang dilehernya itu juga permanen keluarga raja srijef tanda kupu juga di leher tidak bisa hilang dan terakhir keluarga raja Abiguna tanda pedang di leher juga tidak bisa hilang. "Nona kata tuan Amerta hari ini ada pertemuan pukul 15.00 di aula RICH" "Hm apa tidak bisa saya absen saja pak Karim nanti pasti saya bertemu teman-teman sekolah saya" "Raja akan menemui anda nanti di aula sebelum pertemuan terjadi" Alona memikirkan apa yang akan di perbuat ayahnya kepadanya karena terakhir kali Alona tidak datang di undangan makan malam raja abiguna karena lamaran untuknya alona di kurung di penjara dan di tampar serta di jambak oleh ayahnya. "Nona di kamar nona ada orang dari salon silahkan temui mereka" "Iya trimaksih informasinya" Alona melangkahkan kaki dengan berat dia sebenarnya Alona lelah dengan tekanan demi tekanan "Wah si cantik sudah pulang sekolah sini nona silahkan" Para pegawai salon menyiapkan spa dan alat kecantikan Alona merasa rileks selama beberapa saat dan Alona sudah siap dengan atribut pakaianya yang mewah dan rapi. "Hm kamu sudah siap Alona" Datanglah sih putri Alina sepupu Alona putri dari adik ayah Alona dia juga cantik tapi licik selalu mencari kesempatan untuk membuat Alona buruk Dimata ayah Alona. "Kamu....akan hadir di aula juga?" "Pastilah siapa yang gak mau bertemu dengan pangeran tampan ke empat kerajaan" Alona berdiri dan mulai melangkah pergi dari kamar menuju aula RICH di sepanjang perjalanan Alona begitu menarik perhatian para khalayak masyarakat yang memang mengetahui akan ada perayaan pesta di aula RICH GARDEN. "Paman kenapa paman begitu menyayangi anak paman bukankah dia sudah membuatmu malu waktu itu" "Alina hari ini kamulah yang akan menjadi putriku di aula dan kamulah yang akan aku kenalkan dengan anak-anak raja yang lain tapi Alona akan seutuhnya menjadi putriku. Alona terkejut dengan kata-kata ayahnya antara senang tapi juga curiga Ternyata ayah Alona sudah menyiapkan penutup muka untuk semua yang menghadiri acara dan di saat pertemuan dengan semua pangeran atau raja mereka tidak akan ada yang tau. "Ayah memang benar-benar sulit ditebak apa sih yang ayah mau kalau ayah tidak Sudi aku jadi anak ayah kenapa ayah tidak mengusirku dari istana!" "Kamu terlalu mudah untuk menyerah Alona kamu adalah satu-satunya pewaris istana Amerta belajarlah menjadi pejuang walaupun kamu perempuan!" Alona semakin tidak mengerti maksud dan tujuan ayahnya secara garis besar setiap harinya jadwal Alona adalah berburu,memanah,latihan pedang tak pernah sekali pun ayahnya lembut dan baik. "Selamat datang kepada para tamu undangan dipersilahkan duduk" Alina duduk di sebelah kiri pamanya sedang Alona di sebelah kanan ayahnya disana Alona melihat para pangeran dari keluarga raja Sebastian lee, finnara,rijef,abiguna. Perkenalkan putra dari raja Finnara Alfian finnara Wang raja pertama di disnasti pertama Dia berdiri dan membuka topengnya semua orang terkejut termasuk Alona yang mengetahui bahwa Alfian adalah gurunya di sekolah Perkenalkan putri dari raja Amerta shin,Putri Alona Amerta shin raja kedua dinasti ke dua. Sesaat semua orang terkejut yang berdiri adalah Alinatapi Alona tetap berdiri juga Alona ingin tau apa yang akan ayahnya lakukan "Maaf putri saya adalah Putri Alona Amerta shin ini dia orangnya hanya saja tidak bisa membuka penutup matanya karena Alona sedang sakit mata!terpaksa tersenyum" Alina menahan malu karena pamanya tidak menunjuknya Perkenalkan putra dari raja Sebastian lee Rama Sebastian lee raja ketiga dari dinasti ke tiga. Perkenalkan putra dari raja Rijef wong Diza Rijef wong raja keempat dari dinasti keempat Perkenalkan putra dari raja Abiguna see,Kaisar abiguna see raja ke lima dari dinasti ke lima Semua anak raja dinasti 1-5 sudah di perkenalkan....kemudian semua orang memulai acara makan bersamanya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD