Indi mengusap wajahnya dengan pelan lalu menangkup keningnya dengan tangan kanannya. Memikirkan di mana sebenarnya Damian berada. “Kamu tahu kan, konsekuensinya kalau berani buat aku terluka? Kenapa sekarang malah bikin aku jadi nggak percaya lagi sama kamu, Damian.” Indi berbicara sendiri. Cklek! Rangga menghampiri Indi di butiknya. Setelah beberapa kali ia menghubunginya, akhirnya lelaki itu berinisiatif untuk menemui Indi di sana. “Indi. Aku tahu kamu mencemaskan Damian. Di mana dia sekarang, kenapa nggak pulang-pulang. Kamu harus tahu, Damian tidak pernah berniat untuk menyakiti kamu. Mungkin memang ada kerjaan yang tidak bisa ditunda dan harus mematikan HP-nya supaya nggak ada yang ganggu.” Rangga menasihati Indi agar perempuan itu berhenti berpikir yang aneh-aneh mengenai Dam

