Indi lantas mengepalkan tangannya dengan mata menatap tajam lelaki itu. Lalu bangun dari duduknya dan menghampiri Dipta yang dengan entengnya bicara seperti itu kepadanya. “b******k!” Plak! Dengan tamparan yang sangat kencang, Indi menampar pipi Dipta karena dengan seenaknya bicara seperti itu kepadanya. “Elo pikir gue cewek apaan, g****k?! Dari awal pun gue udah curiga sama elo ya, b*****t! Tua bangka nggak tahu diri lo, yaa!” pekik Indi benar-benar marah kepada Dipta. Bisa-bisanya lelaki itu memberi sebuah ucapan penghinaan kepadanya. “Jangan pikir karena masa lalu gue yang buruk di mata orang-orang, dengan seenaknya elo bilang kayak gitu ke gue, tua bangka! Gue masih punya harga diri dan nggak akan pernah mengkhianati pasangan gue!” pekik Indi kembali. “Kurang ajar kamu, Indi! B

